Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap 3

Wawanislam - Melanjutkan Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap bagian kedua, silahkan dibaca



cara+berdoa+islam

Hal yang berkaitan dengan mimpi:

“ Apabila seseorang bermimpi sesuatu yang ia sukai maka janganlah menceritakannya hal itu kecuali kepada orang yang disukainya, tapi apabila ia bermimpi sesuatu yang ia benci maka hehdaklah dia meludah ke sebelah kiri tiga kali, maka minta perlindunganlah kepada Allah SWT dari syetan sebanyak tiga kali, lalu hendaklah mengganti posisi tidurnya, dan janganlah menceritakannya kepada seorang pun karena mimpi itu tidak membahayakannya. kemudian hendaklah dia bangkit dan shalat”. (HR. Bukhari Muslim)

Dzikir orang yang mengalami kesulitan dalam perkaranya:


اللّهُمَ لاَ سَهَلَ إِلاَ مَا جَعَلتُهُ سَهْلاً ، وَأنْتَ تَجْعَلُ الحَزَنَ سَهْلاً إِذَا شِئْتَ


“ Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali apa-apa yang Engkau jadikan itu mudah, dan Engkau menjadikan kesedihan itu kemudahan sesuai dengan kehendak-Mu”. (HR. Ibnu Hibban)


Ketika menimpa suatu kesulitan beliau membaca:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ


“ Tidak ada sembahan melainkan Allah yang Mahaagung dan Maha Pemurah, tidak ada sembahan melainkan Allah Tuhan ‘arasy yang agung, tidak ada sembahan melainkan Allah Tuhan arasy yang mulia”. (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas)


Apabila takut kepada suatu golongan beliau membaca:


اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ


“ Ya Allah sesungguhnya kami menjadikanmu di atas dada mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka”. (HR. Abu Daud dan An-Nasai dari Abi Musa)


Ketika suatu perkara mengalahkannya beliau membaca:


حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ


“ Cukuplah bagi kami Allah dan sebaik-baiknya tempat berserah”. (HR. Bukhari)


Ketika terjadi amarah beliau berdoa:


أَعُوْذَ بِا للهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرَجِيْمِ


“ Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”. (HR. Bukhari Muslim dari Sulaiman bin Shardi)


Maka berwudhulah dan duduk jika dalam keadaan berdiri, dan jika dalam keadaan duduk maka berbaringlah.


Apabila tertimpa sesuatu yang tidak ia inginkan, maka ucapkanlah:


قَدَرَ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلََ

“ Allah telah menakdirkannya dan dia berbuat apa yang dia kehendaki”. (HR. Muslim dari Abi Hurairah)


اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“ Ya Allah selamatkanlah aku dari musibahku ini, dan gantilah yang lebih baik darinya”. (HR. Muslim dari Ummu Salamah).


Apabila mengalmi rasa sakit di tubuhnya: letakanlah tangannya di tempat dia merasakan sakit , dan ucapkanlah: “Bismillah” (dengan nama Allah) sebanyak 3kali, dan ucapkanlah:

أَعُوْذَ بِِاللهِ وَقُدْرَتُهُ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَ أُحَاذِ رُ ِ

” Aku berlindung kepada Allah dengan kekuasaannya dari kejahatan yang aku dapati dan aku waspadai ” sebanyak 7 kali. (HR. Muslim dari Utsman bin Abi Ash).


Doa untuk menyembuhkan orang sakit, Usaplah dengan tangan kanannya sambil berdoa:


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا


“ Ya Allah Tuhan sekalian manusia hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi” . (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah). Kemudian diteruskan dengan membaca Al-fatihah.

Ketika menjenguk orang sakit, ucapkanlah:

لاَ بَأْسَ طَهُوْرُ اِنْ شَاءَ اللهِ

“ Tidak apa-apa semoga penyakit ini menjadi pembersih dari dosa-dosa insya Allah”. (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas) mohonkanlah kepada-Nya sebanyak tujuh kali:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“ aku memohon kepada Allah yang Mahabesar, Tuhan yang mempunyai ‘arasy yang besar, semoga Allah menyembuhkanmu”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Ketika mendatangi (orang yang akan mati), Ajarkanlah dia dengan kalimat yang lembut: “La ilha illa Allah” (tidak ada sembahan melainkan Allah), lalu memejamkan matanya sambil berdoa:

اللّهُمَ اغْفِرْ لِفُلاَنِ ، وَارْفَعْ دَرَاجَتَهُ فِي المَهْدِيِيْنَ ، وَ اخْلَفْهُ فِي عُقْبِهِ فِي الغَا بِرِيْنَ ، وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ يَا رَبَ العَالَمِيْنَ ، وَأفْسَحْ فِي قَبْرِهِ وَنُوْرَ لَهُ فِيْهِ

“ Ya Allah ampunilah si fulan, angkatlah derajatnya ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk, gantikanlah sikasaannya dengan pahala kebaikan dimasa hidupnya, ampunilah kami dan dia wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kuburannya, dan terangilah dia di dalamnya”. (HR. Muslim dari Ummu Salamah).


Ta’ziyah (berbela sungkawa) kepada seorang Muslim dengan mengucapkan:

اِنَ اللهَ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَي وَكُلَ شَيْئً عِنْدَهُ بِأَجْلِ مُسَمَى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“ Sesungguhnya kepunyaan Allahlah segala apa yang Dia ambil dan Dia berikan, dan segala sesuatu yang ada di sisi-Nya memiliki waktu yang terbatas, maka bersabarlah dan bermuhasabahlah kalian”. (HR. Bukhari Muslim dari Usamah bin Zaid)


Doa ketika berziarah kubur, mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أََهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

“ Salam sejahtera semoga terlimpahkan atas kalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mukmin dan muslim, dan sesungguhnya kami pun akan menyusul kalian jika Allah SWT berhendak, kami memohon kepada Allah kebaikan bagi kami dan kalian”. (HR. Muslim dari Buraidah)


Doa ketika angin berhembus, mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِِهِ

“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang terkandung di dalamnya dan kebaikan apa yang Engkau utus bersamanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang terkandung di dalamnya dan kejelekan apa yang Engkau lepaskan bersamanya”. (HR. Muslim dari Aisyah)


Doa ketika terjadi gerhana Matahari atau Bulan, mengucapkan:

فَادْعُوْ اللهَ وَكَبَرُوا وَصَلُوْا وَتَصَدَقُوْا

“ Maka berdoalah kalian kepada Allah SWT, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah kalian”. (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah)


Doa ketika ada yang bersin, mengucapkan:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Apabila salah seroang diantara kalian bersin maka ucapkanlah: “segala puji bagi Allah, maka jawablah oleh teman disampingnya dengan ucapan semoga Allah memberikan kasih sayang kepadamu, dan dijawab lagi oleh orang yang bersin tadi dengan ucapan semoga Allah memberikan petunjuk dan kebaikan dengan kesungguhan kita”. (HR. Bukhari dari Abi Hurairah)

Doa diantara Ruknul Yamani dan Hajar Aswad:

Rasulullah saw. pernah berdoa ketika berada diantara ruknul yamani dan hajar aswad:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (HR. Abu Daud dan Ahmad)


Dzikir ketika berdiri di atas bukit Shafâ dan Marwah:


Berkata Jabir r.a. ia berkata tentang sifat haji Nabi saw. yaitu ketika sudah dekat bukit Shafâ beliau membaca:

“ Sesungguhnya Shafâ dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar-syiar Allah”. (Al-Baqarah [2]: 158).


(“ Mulailah sesuai dengan apa yang Allah mulakan dengannya”), maka beliau mula dengan bukit shafâ lalu beliau menaikinya, sehingga tatkala beliau melihat Baitullah beliau menghadap kiblat, lalu mengesakan Allah dan bertakbir sambil mengucapkan: “ Tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, kepunyaannyalah kerajaan dan pujian dan dia berkuasa atas segala sesuatu, tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa yang menepati janjinya, menolong hambanya, mengalahkan kelompok musuh dengan kekuasaan-Nya”. Kemudian beliau berdoa diantara itu, berdoa seperti doa diatas sebanyak tiga kali. Dan beliau melakukan hal itu juga ketika di atas bukit Marwah. (HR. Muslim)


Ketika di Masyari Haram, berkata Jabir r.a.: “ Sesungguhnya Nabi saw. menunggangi qusha sehingga ketika sampai di masyaril haram beliau menghadap kiblat, lalu beliau berdoa kepada-Nya, bertakbir, bertahlil, dan mengesakannya. Beliau terus berdiri sampai Matahari tenggelam, dan beliau pulang sebelum terbit Matahari. (HR. Muslim)


Doa ketika melempar jumrah disertai dengan jumlah (bilangan) setiap batu:


Rasulullah saw. bertakbir setiap melemparkan batu ketika jumrah yang tiga, kemudian beliau maju kedepan, berdiri menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangannya dan berdoa setelah jumrah yang pertama dan yang kedua. Adapun ketika jumrah aqabah beliau bertakbir setiap melemparkan batu kemudian pulang dan tidak berdiri disana. (HR. Bukhari)

Takbir ketika melewati Hajar Aswad:

Nabi Muhammad saw. thawaf di Baitullah dengan menunggangi unta, setiap kali melewati hajar aswad beliau berisyarat kepada-Nya dengan sesuatu dan bertakbir. (HR. Bukhari)


Dzikir haji yang dilakukan berulang-ulang, dari mulai ihram sampai berakhir:


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ


” aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”. (HR. Bukhari Muslim). Bacaan ini diucapkan dalam haji dan umrah.


Yang diucapkan muslim ketika saudaranya memujinya, Rasulullah saw bersabda:


إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلَانًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ كَذَا وَكَذَا


“ Keharusan apabila salah seorang diantara kalian memuji saudaranya hendaklah dia mengatakan: aku menilai si fulan dan Allah yang menilainya dan aku tidak mensucikan seseorang melebihi kepada Allah, aku menilainya – jika dia mengetahui hal itu- seperti ini dan seperti ini”. (HR. Muslim 4/2296)


Doa untuk mengalahkan musuh:


اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ


“ Ya Allah yang menurunkan Al-Quran dan yang maha cepat perhitungannya, kalahkanlah golongan-golongan itu, kalahkanlah mereka dan goncangkanlah mereka”. (HR. Muslim)


Yang diucapkan ketika takut kepada satu kaum:


اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ


“ Ya Allah tutupilah akan pandangan mereka dariku sesuai dengan kehendakmu”. (HR. Muslim)


Ketika merasa diri ketakutan:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ : “ Tidak ada sembahan melainkan Allah”. (HR. Bukhari Muslim)


Ketika menyembelih binatang ternak:


بِسْمِ اللهِ وَ اللهُ أَكْبَرٌ، اللّهُمَ مِنْكَ وَلَكَ اللّهُمَ تَقَبَلْ مِنِي


“ Dengan nama Allah, Dialah Allah yang Mahabesar. Ya Allah kepadamulah dan untukmulah kami menyembah, Ya Allah terimalah amal perbuatan kami’. (HR. Muslim dan Baihaqi)


Dzikir orang yang memelihara dirinya dari dajjal:


مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ


“ Barangsiapa yang menjaga sepuluh ayat dari permulaan surat al-kahfi dia terjaga dari dajjal”. (HR. Muslim)


Dan memohon perlindunganlah kepada Allah SWT dari cobaannya setelah tasyahud akhir dari setiap shalat.


Doa bagi orang yang memberikan hartanya kepada kalian:


بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَ مَالِكَ


“ Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu”. (HR. Bukhari)


Doa melihat orang yang sedang ditimpa musibah:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا


“ Segala puji bagi Allah yang telah menjagaku dari apa-apa yang kamu alami dari ujian-Nya, dan melebihkanku atas kebanyakan dari ciptaannya”. (HR. At-Tirmidzi)


Doa bagi orang yang mengatakan aku mencintaimu karena Allah:


أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي فِيهِ


“ Aku mencintaimu karena Engkau mencintaiku karena Allah”. (HR. Abu Daud)


Doa bagi orang yang meminjamkan uang ketika orang lain membutuhkan:


بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَ مَالِكَ ، اِنَمَا جَزَاءُ السَلَفَ الحَمْدُ وَ الأَدَاءُ


“ Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu, tiada lain balasan yang terdahulu adalah pujian dan pemenuhan (pelunasan)”. (HR. Ibnu Majah)


Doa melunasi hutang:


اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


“ Ya Allah cukupkanlah aku dengan perkara-perkara yang Engkau halalkan dari perkara-perkara yang telah Engkau haramkan, dan cukupkanlah kepemilikanku atas karunia-Mu dan bukan dari selain-Mu”. (HR. At-Tirmidzi)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ


“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, dari kelemahan dan rasa malas, dari kekikiran dan ketakutan, dan dari terbelit hutang dan ejekan orang”. (HR. Bukhari)


Doa rasa takut terjerumus kedalam perbuatan syirik:


اللّهُمَ إِنِي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَشْرَكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمَهُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمَهُ


“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu pada apa-apa yang tidak aku ketahui”. (HR. Imam Ahmad)


Doa ketidaksukaan dari perbuatan ramalan orang:


اللّهُمَ لاَ طَيْرَ إِلاَ طَيْرُكَ ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَ خَيْرُكَ ، وَلاَ اِلَهَ غَيْرُكَ


“ Ya Allah tiada ramalan melainkan ramalan-Mu, dan tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, dan tidak ada sembahan selain Engkau”. (HR. Imam Ahmad)



Doa yang diucapkan orang yang sedang sakaratul maut:


اللّهُمَ اغْفِرْلِي وَ ارْحَمْنِي وَ اَلْحِقْنِي بِالرَفِيْقِ الأَعْلََي


“ Ya Allah ampunilah aku dan kasihanilah aku dan pertemukanlah aku dengan yang Maha penyayang dan Maha tinggi“. (HR. Bukhari Muslim)


Dari Aisyah r.a. ia berkata: “ Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. mulai memasukan kedua tangannya ke dalam ai,r kemudian mengusapkan kewajahnya sambil mengucapkan:


لاََ اِلَهَ اِلَا اللهِ ، اِنَ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتِ


“ Tidak ada sembahan melainkan Allah, sesungguhnya seseorang yang akan meninggal didahului dengan sakaratul maut”. (HR. Bukhari)


Mengajarkan orang yang sedang menjemput ajalnya:


مَنْ كَانَ اَخِرُ كَلاَمِهِ لاَََ اِلَهَ اِلَا اللهِ دَخَلَ الجَنَةُ


“ Barang siapa yang di akhir ajalnya keluar ucapan “la ilaha ill Allah” dari lidahnya, pasti dia akan masuk surga”. (HR. Abu Daud)


Dzikir orang yang terkena musibah:


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ عَلَيَّ بِخَيْرٍ مِنْهَا


“ Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali, Ya Allah selamatkanlah aku dari musibah ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik”. (HR. Muslim)


Doa Memejamkan mata orang yang meninggal:


اللّهُمَ اغْفِرْ لِفُلاَنِ ، وَارْفَعْ دَرَاجَتَهُ فِي المَهْدِيِيْنَ ، وَ اخْلَفْهُ فِي عُقْبِهِ فِي الغَا بِرِيْنَ ، وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ يَا رَبَ العَالَمِيْنَ ، وَأفْسَحْ فِي قَبْرِهِ وَنُوْرَ لَهُ فِيْهِ


“ Ya Allah ampunilah si fulan, angkatlah derajatnya dalam golongan orang-orang yang mendapat hidayah, gantikanlah dia dengan genenerasi berikutnya, dan ampunilah kami serta dia wahai Allah sekalian alam, lapangkanlah kuburnya, dan terangilah tempatnya dalam kubur”. (HR. Muslim)


Doa untuk mayit ketika menyalatinya:


اللّهُمَ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهً بِالمَاءِ وَ الثَلْجِ وَ البَرَدِ وَنَقَهُ مِنْ الخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَنَسِ وَ اَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَاِرِه و َأهَلْاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوِْجِهِ وَ أَدْخِلْهُ الجَنَةُ وَ أَعِذُه ُمِنْ عَذَابِ القَبْرِ


“ Ya Allah ampunilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah kedatangannya, lapangkanlah tempatnya, basuhlah ia dengan air es dan embun, bersihkanlah dari dosa-dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran, gantikan bagi-Nya rumah yang lebih baik dari rumahnya dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya di dunia, suami (istri) yang lebih baik dari suaminya (istri) di dunia, masukan dia ke dalam surga, hindarkanlah dia dari siksa kubur dan siksa neraka”. (HR. Muslim)


اللّهُمَ اغْفِرْلِحَيْنَا وَ مَيِتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيْرِنَا وَ كَبِيْرِنَا ، وَ ذَكَرِنَا وَ أَنْثَانَا ، اللّهُمَ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَا فَأَحْيَهُ عَلَي الاِسْلاَمِ. وَمَنْ تَوَفَيْتُهُ مِنَا فَتَوَفَهُ عَلَي الاِيْمَانِ ، اللّهُمَ لاَ تُحْرِمْنًا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلُنَا بَعْدَهُ.


“ Ya Allah ampunilah bagi orang yang masih hidup dan yang mati, yang kecil dan yang besar, laki-laki dan perempuan, yang hadir dan yang tidak hadir. Ya Allah, siapa yang hidup dari kami hidupkan ia dalam Islam, dan siapa yang kau matikan, matikan ia dalam iman. Ya Allah, janganlah engkau menahan kami dari pahalanya, dan menyesatkan kami setelahnya”. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)


Dzikir memasukan mayit ke dalam kubur:


بِسْمِ اللهِ وَعَلَي سُنَةَ رَسُوْلِ اللهِ


“ Dengan nama Allah dan atas sunnah Rasulullah saw.”. (HR. Abu Daud)


Dzikir-dzikir kegundahan dan kesedihan:


اللّهُمَ إِنِي عَبْدُكَ اِبْنُ عَبْدِكَ اِبْنُ أُمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضِ فِي حُكْمِكَ ، عَدْلُ فِي قَضَاؤكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِ اِسْمُ هُوَ لَكَ ، سُمِيَتْ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتُهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ عَلَمْتُهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ اِسْتَأْثَرَتْ بِهِ فِي عِْلمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنُ رَبِيْعَ قَلْبِي ، وَنُوْرُ صَدْرِِي ، وَجَلاَءُ حَزَنِي ، وَذَهَابُ هَمِي . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ


“ Ya Allah sesungguhnya aku adalah hambamu dan putra hambamu dan putra umatmu, ubun-ubunku ada dalam genggamanmu, urusan lalu ada dalam putusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau namai dirimu dengannya, atau Engkau menurunkannya dalam kitabmu atau Engkau mengajarkannnya kepada salah seorang diantara ciptaan-Mu, atau engkau Maha berkuasa dalam hal pengetahuan gaib, Engkau menjadikan al-quran bagaikan bersemi dalam hatiku, cahaya didadaku, penerang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, kelemahan dan rasa malas, kekikiran dan ketakutan, terbelit hutang dan ejekan orang”. (HR. Imam Ahmad)


Apabila seorang hamba tertimpa sesuatu musibah yang tidak ia inginkan, maka ucapkanlah:


قَدَرَ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلََ


“ Allah telah mentakdirkannya dan sesungguhnya Dia berbuat atas apa yang ia kehendaki”.


Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits:


الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ


“ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah dan dalam segala perbuatan itu lebih kebaikan daripada mukmin yang lemah. Dan carilah segala apa yang bermanfaat untukmu, serta minta tolonglah kepada Allah SWT. Dan janganlah kamu merasa tidak berdaya jika sesuatu menimpamu, atau kamu mengatakan kalaulah aku berbuat ini dan itu pasti tidak akan terjadi. Akan tetapi katakanlah, “ Allah telah menakdirkannya dan sesungguhnya Dia berbuat atas apa yang Dia kehendaki”. Maka sesungguhnya kalimat lau akan membuka peluang masuknya setan (mengganggu)”. (HR. Muslim)




Sebagaimana dalam hadits yang lain:


اِنَ اللهَ تَعَالَي يَلُوْمُ عَلَي العِجْزِ، وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالكَيْسِ ، فَاءِذَا غَلَبَكَ أَمْرُ فَقُلْ : حَسْبِيَ اللهُ وَ نِعْمَ الوَكِيْلُ


“ Sesungguhnya Allah SWT mencela kemalasan, dan sebaliknya jadilah kamu seorang yang rajin, maka apabila suatu perkara mengalahkanmu, katakanlah: “ cukuplah bagi kami Allah sebaik-baiknya tempat berserah”. (HR. Abu Daud)


Dzikir-dzikir orang ragu dalam keimanannya:


: يَسْتَعِيُْذُ بِاللهِ“Hendaklah dia berlindung kepada Allah SWT” (HR. Bukhari)


: يَنْتَهِي عَمَا شَكَ فِِيْهِ“Dia berhenti dari hal yang dia ragukan padanya”. (HR. Muslim)


Kemudian ucapkanlah: aku beriman kepada Allah dan rasulnya, dan membaca firman Allah SWT:


uqèd ãA¨rF{$# ãÅzFy$#ur ãÎg»©à9$#ur ß`ÏÛ$t7ø9$#ur ( uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÌÈ


“ Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”. (Al-Hadid [57]: 3)


Doa memohon perlindungan dari syetan:


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ اَلتِي لاَ يُجَاوِزُهُنَ بِرَ وَلاَ فَاجِرِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ


“ Aku berlindung dengan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang Maha sempurna, yang tidak melebihi batas antara kebaikan dan keburukan dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, dari kejahatan apa-apa yang turun dan naik ke langit, dari kejahatan apa-apa yang tumbuh dan keluar dari bumi, dari kejahatan ujian malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang berjalan kecuali dia berjalan membawa kebaikan wahai Allah”. (HR. Ahmad)


Yang diucapkan orang yang takut pandangan kedua matanya menjadi musibah bagi orang lain, tercantum dalam sebuah hadts:


إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ نَفْسِهِ وَأَخِيْهِ اَوْ مَالِهِ مَا يُعَجَبُهُ فَلْيَدَعْ بِالبَرَكَةِ فَإِنَ العَيْنَ حَقُ


“ Apabila salah seorang di antara kalian melihat dalam dirinya, dan dalam diri saudaranya atau hartanya dari sesuatu yang mengagumkannya, maka berdoalah kepada Allah SWT memohon keberkahannya, karena sesungguhnya mata itu punya hak”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Malik)


Yang dilakukan dan dikatakan orang yang melakukan dosa besar atau kecil, Rasulullah saw. bersabda:


مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ


“ Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa lalu ia membaguskan bersucinya dan bangkit untuk shalat kemudiqan memohon ampunan kepada Allah kecuali Allah akan mengampuni dosanya”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)


Dzikir orang yang menerima suatu urusan yang mengembirakannya atau membencinya:


Apabila Rasulullah saw. menerima urusan yang menggembirakannya beliau mengucapkan:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ


“ Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sempurnalah amal sholeh”. Dan apabila beliau menerima urusan yang dibenci beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan”. (HR. Hakim)


Doa yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang mengagumkan dan mengembirakan: “ Subhana Allah, Allahu Akbar”. (Mahasuci Allah, Allah Mahabesar).


Doa yang dilakukan ketika menerima urusan yang menggembirakan:


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى


“ Bahwasannya Nabi Muhamad saw. apabila menerima urusan yang memudahkannya atau menggembirakannya beliau melakukan sujud dari kesyukuran kepada Allah SWT “. (HR. Ahlus-sunnah kecuali An-Nasai)

Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap 2

Wawanislam - Melanjutkan Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap bagian pertama, silahkan dibaca


cara+berdoa+islam

Dzikir-dzikir ketika shalat:

Beliau bertakbir takbiratul ihram kemudian berdoa dengan doa pembuka:


اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“ Ya Allah jauhkanlah antara aku dan antara kealahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat, Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, Ya Allah cucilah dosaku dengan air, salju, dan embun”. (HR. Bukhari Muslim dari Abi Hurairah)


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ                                                              

“ Maha suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, dan maha berkah nama-Mu, dan maha tinggi kemuliaan-Mu, dan tidak ada sembahan kecuali Engkau”. (HR. Ashabus-sunan yang empat dan Ibnu Majah)


وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“ Aku hadapkan diriku kehadirat Tuhan yang telah menjadikan tujuh lapis langit dan bumi, aku berpegang teguh dalam agama Islam dan bukanlah aku teramasuk golongan orang musyrik. Sesungguhnya shalat aku, ibadah aku, hidup dan mati aku, bagi Allah Tuhan yang memiliki sekalian alam, tiada sekutu bagi-Nya dan yang demikian itu aku diperintah, dan aku ini dari golongan orang muslim, Ya Allah Engkaulah raja tidak ada sembahan melainkan Engkau, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu, aku sering mendzolimi diriku dan aku mengakui akan dosaku, ampunilah dosa-dosaku seluruhnya karena tidak ada yang bisa mengampuni dosaku melainkan Engkau, tunjukanlah aku kepada sebaik-baiknya akhlak karena tidak ada yang bisa menunjukiku kepada-Nya selain Engkau, dan jauhkanlah aku dari sejelek-jeleknya akhlak karena tidak ada yang bisa menjauhkanku darinya selain Engkau, aku memenuhi panggilan-Mu, kebahagiaan dan kebaikan seluruhnya bersumber dari genggaman-Mu, sedangkan kejelekan bersumber dari diriku bukan dari-Mu, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu”. (HR. Muslim)


اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“ Ya Allah Engkau adalah Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Engkau pencipta langit-langit dan bumi, Engkau mengetahui yang ghaib dan yang tersembunyi Engkau menghukumi diantara hamba-hamba-Mu dari apa yang mereka perselisihkan, dengan izin-Mu berikanlah aku petunjuk pada hal yang aku berselisih di dalamnya dari kebenaran, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus”. (HR. Muslim)


Apabila Nabi Muhammad saw. hendak bangun untuk melakukan shalat tahajud beliau berdoa:


اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“ Ya Allah bagi-Mulah segala pujian Engkau adalah cahaya langi-langit dan bumi dan yang ada di dalamnya, bagi-Mulah segala pujian Engkau yang menegakan langit-langit dan bumi beserta yang ada di dalamnya, dan bagi-Mulah segala pujian Engkau maha benar, janji, firman, dan pertemuan dengan-Mu adalah kebenaran, pertemuan-Mu sebuah kebenaran, Surga, Neraka dan Hari Kiamat semuanya adalah kebenaran. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, kepada-Mu lah aku bertawakal, kepada-Mu aku percaya sepenuh hati, kepada-Mu aku bertaubat, kepada-Mu lah aku menyerahkan perkara dan putusanku. Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang nampak dan yang tersembunyi, Engkau adalah sembahanku dan tidak ada sembahan melainkan Engkau”. (HR. Bukhari Muslim)


Dzikir sujud tilawah: dibaca oleh imam dan makmum, atau ketika shalat sendiri dan bagi yang membaca ayat sajdah hendaklah dia mengucapkan:


سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ                                        

“ Aku sujudkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakanku, membentukku, memberikan pendengaran dan penglihatan Maha berkah Allah dengan sebaik-baik penciptaan”. (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Hakim disahkan oleh Imam Ad-Dahaby)


اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُد                                                         

“ Ya Allah catatlah sujudku ini sebagai ganjaran disisi-Mu, dan dengan sujud ini hilangkanlah bebanku, dan jadikanlah ia sebagai tabunganku di sisi-Mu, dan terimalah ia dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Daud”. (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim disahkan oleh Imam Ad-Dahaby)

Kemudian membaca Al-Fatihah dan satu surat atau lebih jika dia menjadi imam atau shalat sendiri, tapi jika ia makmum maka cukuplah baginya membaca Al-fatihah saja di setiap rakaatnya. begitu juga dengan imam dan munfarid ia membaca Al-fatihah hanya pada rakaat tiga dan empat.


Dzikir-dzikir ketika ruku’:


سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ : “ Mahasuci Tuhanku dan Mahabesar”. (HR. Muslim dari Hudzaifah)


اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

” Maha suci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan memujimu, Ya Allah ampunilah aku”. (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah)


سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ                                                                              

“Mah suci Engkau pemilik kekuasaan, kerajaan, kemuliaan, dan keagungan”. (HR. Abu Daud dan An-Nasai dari Auf bin Malik)


اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمي وَعَصَبِي                              

” Ya Allah kepada-Mulah aku ruku’, dan kepada-Mu lah aku percaya sepenuhnya, kepada-Mulah aku berserah diri, pendengaran, penglihatan, ubun-ubun, urat saraf, dan tidak ketinggalan kedua kakiku tunduk kepada-Mu”. (HR. Muslim)


Ketika bangkit dari ruku’, beliau mengucapkan:


سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ : “ mudah-mudahan Allah mendengar pujian orang yang memujinya“. (HR. Bukhari Muslim dari Abi Hurairah)


رَبَّنََا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلُ الثَئَاءِ وَ المَجْدُ وَ كُلْنَا لَكَ عَبْدُ، اللّهُمَ لآَمَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

” Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu Wahai Tuhan kami bagi-Mulah segala pujian pujian yang banyak, pujian yang suci yang penuh barakah di dalamnya, wahai Tuhanku bagi-Mulah segala pujian yang memenuhi langit-langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, dan yang memenuhi segala sesuatu yang Engkau kehendaki dari setelahnya dengan memberikan sanjungan dan kemuliaan dan kami semua adalah hamba-Mu. Ya Allah, tidak ada yang menghalangi segala apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan segala yang Engkau larang, dan tidak bermanfaat kepada orang yang kaya dari sisi Engkau segala kekayaannya”. (HR. Muslim dari Abi Said dan Ibnu Abbas)


Dzikir-dzikir sujud, beliau mengucapkan:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْليَ  : “ Mahasuci Tuhanku dan Mah tinggi”. (HR. Muslim dari Hudzaifah)


اللّهُمَ اغْفِرْلِي ذَنْبِي كُلِهِ ، دِقَهُ وَجِلَهُ ، وَ أَوَلُهُ وَ أَخِرُهُ ، وُعَلاَنِيَتُهُ وَسَرُهُ                                                     

” Ya Allah ampunilah dosaku seluruhnya, baik dosa kecil ataupun dosa besar, yang pertama dan yang terakhir, yang nampak dan yang tersembunyi”. (HR. Bukhari)


اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ                                                                       

“ Maha suci Engkau Ya Allah wahai Tuhanku dengan memuji-Mu ampunilah dosaku. Yang Maha suci Tuhan malaikat dan ruh, maha suci Engkau pemilik kekuasaan, kerajaan, kemuliaan, dan keagungan. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku bersujud, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu daku berserah diri, aku sujudkan wajahku kepada yang telah menciptakannya dan membentuknya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya maha berkah Allah seindah-indahnya pencipta”. (HR. Muslim) Dilakukan seperti dalam ruku’


Diantara dua sujud, beliau mengucapkan :


رَبِ اغْفِرْلِي رَبِ اغْفِرْلِي                                                                                                               

“ Wahai Tuhanku ampunilah aku wahai Tuhanku ampunilah aku”. (HR. Abu Daud dan Shahih Ibnu Majah)



اللّهُمَ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَاجْبُرْنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي وِارْفَعْنِي                                                       

“ Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, tunjukilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, berilah kesehatan kepadaku, berilah rizkiku, dan angkatlah derajatku”. (HR. Ashabus-sunan kecuali An-Nasai dan At-Tirmidzi)


Dalam tasyahud, beliau mengucapkan:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“ Segala kehormatan, ibadah, dan segala yang baik-baik itu semua kepunyaan Allah, mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas Engkau wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahnya. Mudah-mudahan kesejahteraan itu dicurahkan pula atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusannya”. (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud)

Shalawat kepada Nabi setelah tasyahud akhir:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“ Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya sebagaimana telah Engkau curahkan rahmat-Mu kepada keluarga Ibrahim, dan berkahilah Muhammad istri-istri dan keturunan beliau sebagaimana Engkau telah berkahi keluarga ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Mahamulia”. (HR. Bukhari)

Setelah selesai tasyahud sebelum salam, beliau mengucapkan:

اللّهُمَ اِنِي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَالِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَ المَمَاتِ ، وَأَعُوْذُ بٍكَ مِنَ المَأْثََمِ وَ الَمغْرَمِ                                                                                                        

“ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-masih ad-dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari ujian kehidupan dan cobaan kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari kesalahan dan kerugian”. (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah)

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“ Ya Allah sesungguhnya aku sering mendzolimi diriku dzolim yang banyak, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau, maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang”. (HR. Bukhari Muslim dari Abu Bakar)

اللّهُمَ أغْفِرْلِي مَا قَدَمَتْ وَمَا أَخَرَتْ وَمَا أَسْرَرَتْ وَمَا أَعْلَنَتْ وَمَا أَسْرَفَتْ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِي أَنْتَ المُقَدَمُ وَ أَنْتَ المُؤَخَرُ لَآاِلَهَ اِلَا أَنْتَ   


“ Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang akan datang dan yang telah lalu, yang nampak dan yang tersembunyi, dan dari sifat berlebih-lebihanku, dan apa yang lebih Engkau ketahui dari padaku Engkau adalah yang pertama dan yang terakhir, tidak ada Tuhan melainkan Engkau”. (HR. Muslim)




اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ                                                                                  

“ Ya Allah tolonglah aku agar selalu ingat kepada-Mu dan bersyukur kepada-Mu, dan ibadah yang sempurna kepada-Mu”. (HR. Abu Daud dan An-Nasai)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا يَعْنِي فِتْنَةَ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil dan ketakutan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, dan aku berlindung kepada-Mu dari ujian dunia dan siksa kubur”. (HR. Bukhari)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّار                                                                                          ِ

“ Ya Allah aku memohon surga-Mu, dan aku berlindung dari neraka-Mu”. (HR. Abu Daud)


اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بَعْدَ الْقَضَاءِ وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

“ Ya Allah dengan pengetahuan-Mu akan hal gaib, dan kekuasaan-Mu kepada ciptaan-Mu hidupkanlah aku lebih lama jika kehidupan itu baik untuku, dan matikanlah aku jika menurutmu kebaikan itu lebih baik untuku, Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari rasa takut yang tampak dan tersembunyi , dan aku memohon kepada-Mu kalimat kebenaran dalam keadaan ridho dan marah, dan aku memohon kepada-Mu tujuan dalam keadaan kaya dan fakir, dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak habisnya, dan ketentraman yang tidak terputus, dan aku memohon kepada-Mu keridhaan setelah ada putusan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dihidupkan kembali setelah mati, dan aku memohon kepada-Mu kelezatan melihat-Mu, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa bahaya yang memadharatkan, dan tanpa fitnah yang menyesatkan, Ya Allah hiasilah kami dengan perhiasan keimanan, dan jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk bagi orang-orang yang mengharapkan petunjuk-Mu”. (HR. An-Nasai dan Amhad)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ                                                                                                                                     

“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu wahia Allah yang Esa tempat bergantung, yang tidak berputra dan tidak diputrakan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengannya untuk mengampuni dosa-dosaku sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (HR. An-Nasai dan Ahmad)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ يَا بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّار                                                                                                

“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, karena sesungguhnya kepunyaanmu lah segala pujian tidak ada sembahan melainkan Engkau yang Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya yang maha pemberi kebaikan wahai pencipta langit dan bumi wahai yang mempunyai keluhuran dan kemuliaan  wahai yang maha hidup yang maha kekal sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga-Mu dan berlindung dari neraka-Mu”. (HR. Ibnu Majah)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا          

“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya aku bersaksi bahwa Engkaulah Allah tidak ada sembahan melainkan Engkau yang Esa tempat bergantung yang tidak berputra dan tidak diputrakan dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengannya”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)


Dzikir-dzikir setelah shalat:

أَْستَغْفِرُ اللهِ   : “ Astaghfirullah “ (aku memohon ampun kepada Allah) (3x)

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“ Ya Allah Engkau maha sejahtera dan darimu lah kesejahteraan itu, Engkau maha berkah wahai pemilik keluhuran dan kemuliaan”. (HR. Muslim dari Sauban)

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ                                                                                   

“ Ya Allah tolonglah aku agar selalu ingat kepada-Mu dan bersyukur kepada-Mu dan ibadah yang sempurna”. (HR. Abu Daud dan Nasai dari Muadz bin Jabal)


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ أَهْلَ النِّعْمَةِ وَالْفَضْلِ وَالثَّنَاءِ الْحَسَنِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“ Tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Mu lah semua kerajaan dan pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, tidak ada daya dan kekuatan melainkan pertolongannya, tidak ada sembahan melainkan Allah, dan kami tidak beribadah melainkan kepada-Nya, miliknya lah keni’matan dan keutamaan dan bagi-Nyalah sanjungan yang baik tidak ada sembahan melainkan Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang kafir benci”. (HR. Muslim)



Beliau membaca surat-surat pendek:

(“ katakanlah Dialah Allah yang satu”),” katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh”, “ katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia”. Satu kali setiap selesai shalat. Dan barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah (maha suci Allah) (33x), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) (33x) dan Allahu akbar (Allah maha besar) (33x) kemudian dia mengucapkan: “ Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah kekuasaan, segala pujian dan dia berkuasa atas segala sesuatu, maka diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di laut”. (menyempurnakan seratus). (HR. Muslim dari Abi Hurairah), dan membaca ayat kursi setiap selesai shalat.


Dzikir pagi dan sore

Dzikir pagi: dimulai dari setelah shalat subuh sampai terbit matahari

Dzikir sore: dimulai ketika matahari condong ke barat sampai terbenamnya matahari, dan dzikir-dzikir yang paling shahih adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُمْ فَقُولُوا اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

     ” Ya Allah karena-Mu kami masuk pagi dan sore hari, karena-Mu kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah kami kembali”. Dan apabila masuk sore hari ucapkanlah: “Ya Allah karena-mu kami masuk sore dan pagi hari, karena-Mu kami hidup dan mati, dan kepada-Mu lah kami kembali”.

Barang siapa yang berdzikir ketika pagi dan sore:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

“ Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak seratus kali tidak akan ada seorang pun di hari kiamat yang membawa lebih dari apa yang ia bawa kecuali seseorang yang mengatakan seperti yang ia katakan atau lebih”. (HR. Muslim dari Abi Hurairah)

كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمْسَى قَالَ أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ قَالَ أُرَاهُ قَالَ فِيهِنَّ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا

” Keadaan Nabi Muhamad saw. apabila masuk sore hari beliau berdoa: kami telah memasuki sore hari dan kondisi sore hari adalah kekuasaan-Nya, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, kepunyaanlah kerajaan dan pujian, dan dia berkuasa atas segala hal, wahai Tuhanku aku memohon kebaikan di hari ini dan hari setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hari ini dan hari setelahnya, wahai Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas dan buruknya prilaku, wahai Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka dan siksa kubur”. (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud), dan ketika pagi hari mengucapkan seperti ini juga.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“ Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sembahan melainkan Engkau, Engkau adalah penciptaku dan aku adalah hambamu, aku menetapi atas perjanjian padamu semampuku aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakuimu dengan nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku karena itu ampunilah aku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau, barang siapa yang mengucapkannya pada sore hari lalu dia mati malam harinya maka ia masuk surga, dan barangsiapa yang mengucapkannya pagi hari lalu dia mati pada hari tiu maka ia masuk surga”. (HR. Bukhari)

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِه                                                                                                     ِ

“ Ya Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nampak, pencipta langit dan bumi Tuhan dan raja segala sesuatu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku berlindung dari kejahatan diriku, dan kejahatan setan dan sekutunya“. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي وَقَالَ عُثْمَانُ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“ Ya Allah aku memohon kepada-Mu maaf dan kesehatan di deunia dan akhirat, dan aku memohon kepada-Mu maaf dan kesehatan dalam agama dan duniaku, keluarga dan hartaku, Ya Allah tutuplah dan amankanlah auratku, Ya Allah jagalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan dan kiriku, dan dari atasku dan aku berlindung dengan keagunganmu akan tipu daya dari bawahku”.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَاتِ مِنْ شَرِ مَا خَلَقَ                                                                                         

“ Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang Maha sempurna dari kejahatan apa yang dia ciptakan” (3x)

Doa shalat istikharah

Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا هَمَّ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَ يَسَرَهُ لِي ثُمَ بَارَكَ لِي فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي  فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ.

“ Apabila salah seorang diantara kalian bimbang dengan satu urusan maka hendaklah shalat dua rakaat kemudian berdo’alah: “Ya Allah dengan ilmu-Mu aku memohon kebaikan, dengan kekuasaan-Mu aku memohon tempat terbaik dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang besar, maka sesungguhnya Engkau maha kuasa sedangkan aku tidak mempunyai kekuasaan, Engkau maha mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, Engkau maha mengetahui yang ghaib, Ya Allah jika Engkau mengetahui bahwasanya perkara ini baik untukku dalam agama, kehidupan, dan akibat dari urusanku, maka tetapkanlah dan mudahkanlah perkara tersebut untukku, kemudian berkahilah aku padanya. Kemudian jika Engkau mengetahui bahwa perkara itu jelek untukku dalam agama, kehidupan, dan akibat dari urusanku, maka jauhkanlah perkara itu dariku dan jauhkanlah diriku darinya, dan tetapkanlah untukku kebaikan dimana saja kemudian ridhailah aku karenanya”. Doa ini boleh dibaca ketika sujud atau sebelum salam, akan tetapi lebih utama dibaca setelah salam.

Orang yang ingin melakukan shalat Istiharah berlaku jika setelah ada pilihan, yaitu dengan mengambil ketentuan dari sebab-sebab pelakasaan akan dipilihnya tersebut, jika hatinya merasa tentram dan urusannya dimudahkan maka perkara itu baik untuknya. Dan jika sebaliknya maka urusan itu jelek untuknya, dan tidak disyaratkan orang yang istikharah bermimpi untuk mengetahui baik dan tidaknya suatu perkara.

Dzikir orang yang mengalami keraguan dalam shalat dan bacaannya:

Dari Utsman r.a. dia berkata, aku berkata, “ Wahai Rasulullah sesungguhnya setan telah menghalangi antara aku, shalat dan bacaanku dia mencampuradukannya kepadaku, maka Rasulullah saw. bersabda: “ Itulah setan yang digelari dengan sebutan khanzab, maka jika engkau merasakan kehadirannya, berlindunglah kepada Allah SWT lalu palingkanlah wajahmu kearah kiri tiga kali”. (HR. Muslim)


Dzikir-dzikir Salam

Apabila seorang Muslim bertemu dengan Muslim lainnya ucapkanlah salam sambil berkata: “Semoga keselamatan selalu menyertaimu”, maka ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan, maka jika dia mengucapkan: “Semoga keselamatan dan kasih sayang Allah selalu menyertaimu”, Ia akan mendapatkan dua puluh kebaikan, dan jika dia mengucapkan: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan Allah selalu menyertaimu” dia akan mendapatkan tiga puluh kebaikan. Dan seorang Muslim tersebut menjawab salam saudaranya sambil mengatakan: “Dan semoga keselamatan, kasih sayang, dan berkah Allah SWT selalu tercurah kepadamu juga”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

وَ يُسَلِمَ الصَغِيْرُ عَلَي الكَبِيْرِ ، وَ المَارُ عَلَي القَاعِدِ ، وَ الرَاكِبُ عَليَ المَاشِي ، وَ القَلِيْلُ عَلَي الكَثِيْرِ                    

“ Dan hendaklah yang kecil mengucapkan salam kepada yang besar, yang lewat kepada yang duduk, yang berkendaraan kepada yang berjalan, yang sedikit kepada yang banyak”. (HR. Bukhari Muslim dari Abi Hurairah)

Dan janganlah kamu masuk (bertamu) kepada satu kaum sampai dia memohon izin terlebih dahulu: “ Memohon izin tiga kali (salam), jika diizinkan maka boleh bagimu masuk, akan tetapi jika tidak maka pulanglah”. (HR. Bukhari Muslim dari Abi Said Al-Khudri)

Dzikir-dzikir makan:

Hendaklah yang sedang shaum mengucapkan doa ketika berbuka:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتُ الْعُرُوقَ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ                                                                

“ Telah hilanglah rasa haus yang menjadikan basahnya tenggorokanku, dan tetaplah ganjaran dari Allah SWT  jika Dia  menghendaki-Nya”. (HR. Abu Daud dari Ibnu Umar)

Apabila dekat dengan makanan Rasulullah saw. tidak pernah mencela makanan sama sekali, yaitu apabila beliau menyukai makanan maka beliau memakannya, akan tetapi jika beliau tidak menyukainya beliau meninggalkannya. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Umar bin Abi Salamah:

مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ كَانَ إِذَا اشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Rasulullah saw. bersabda:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“ Wahai anak muda, bacalah bismillah sebelum kau makan dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah makanan yang dekat denganmu”.

Beliau bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِي لَمْ يُذْكَرْ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ                                                                        

“ Sesungguhnya syetan mengagap halal makanan yang tidak disebut nama Allah padanya”. (HR. Muslim dari Hudzaifah)

Apabila lupa membaca bismillah sebelum makan, maka ucapkanlah:

بِسْمِ اللهِ أَوَلُهُ وَ اَخِرُهُ                                                                                                                   

“ Dengan menyebut nama Allah diawal dan akhirnya”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Aisyah)

Apabila selesai makan beliau berdoa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ                                                             

“ Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merezekikannya padaku tanpa daya dan upaya dariku”. (HR. Ashabus-sunan kecuali An-Nasai)

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبُّنَا

“ Segala puji hanya milik Allah dengan pujian yang banyak, suci, penuh barakah di dalamnya serta yang tidak ada tandingannya, juga tidak ada yang lebih kaya dari pada-Nya Dialah Tuhan kami”. (HR. Bukhari)

Apabila makan bersama orang banyak, maka berdoalah:

اللّهُمَ أَطْعَمَ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسَقَ مَنْ سَقَانِي                                                                                          

“ Ya Allah berilah makanan kepada orang yang telah memberikan aku makanan dan berilah minuman kepada orang yang telah memberikan aku minum”. (HR. Muslim dari Miqdad)

Ucapan selamat untuk dua pasangan yang telah menikah:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

“ Semoga Allah memberkahimu dalam kebaikan dan kesulitan serta semoga Dia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abi Hurairah)

Dan apabila menikahi seorang perempuan hendaklah memegang ubun-ubunnya, ketika malam pertama sambil berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ                                                               

“ Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan dari apa-apa yang Engkau sampaikan padanya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, kejelekan yang ada di dalamnya dan kejahatan yang Engkau sampaikan padanya”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Amr bin Syu’aib)

Doa ketika akan bersetubuh:

اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا                                                                                   

“ Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami”. (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas)

Doa untuk melindungi anak-anak dari gangguan setan:

Rasulullah saw. berdoa untuk Hasan dan Husain:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ          

“ Aku memohon do’a perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan makhluk yang mematikan, dan dari setiap mata yang jahat”. (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas)

Doa supaya rumah terhindar dari gangguan setan, yaitu membaca surat Al-Baqarah. Sebagaimana terdapat dalam hadits:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“ Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al-baqarah”. (HR. Muslim)

Dzikir-dzikir tidur:

Rasulullah saw. bersabda: “ Jika engkau bermaksud tidur maka hendaklah berwudhu seperti berwudhu untuk shalat”, kemudian mengibaskan tempat tidurnya dengan ujung bajunya sebanyak tiga kali, lalu membaringkan posisi badan kearah kanan. Dan berdoalah:

بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

“ Dengan nama-Mu wahai Tuhanku aku letakan punggungku dan karena-Mu aku mengangkatnya, jika Engkau menahan diriku maka rahmatilah aku, dan jika Engkau melepaskannya maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga jiwa hamba-hambamu yang shaleh”. (HR. Bukhari Muslim dari Abi Hurairah)

بِاسْمِكَ اللّّهُمَ أَحْيَا وَ أَمُوْتُ                                                                                                           

“ Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati”. (HR. Muslim dari Hudaifah)

Kemudian beliau meletakan tangan kanannya sejajar dengan pipinya dan berdoa:

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَجْمَعُ أَوْ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

“ Ya Allah jagalah aku dari siksamu di hari Engkau membangkitkan hamba-hambamu” sebanyak 3 kali. (HR. Abu Daud dari Hafsah)

Dan beliau membaca ayat kursi dan membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah (285 dan 286), “ Barang siapa yang membaca kedua ayat itu di malam hari cukuplah itu bagi-Nya”. Beliau mengucapkan: “Subhanallah” ( maha suci Allah) sebanyak 33 kali, “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah) sebanyak 33 kali dan “Allahu akbar” (Allah maha besar) sebanyak 34 kali. Dan setiap malam keadaan Rasullulah saw. apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian meniupkan keduanya sambil membaca: “Qul hua Allahu ahad” (katakanlah dia Allah yang Esa), “Qul a’udzu bi rabbil falaq” ( katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh), dan “Qul a’udzu bi rabbin-nas” (katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia). Beliau memulainya ke atas kepalanya, wajahnya, dan bagian depan badannya dilakukannya sebanyak tiga kali.

Kemudian beliau berdoa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ

“ Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupkan kami, dan melindungi kami, maka berapa banyak orangkah yang tidak mempunyai kecukupan dan pelindungan”. (HR. Muslim dari Anas)

Dan doa yang terakhir Rasulullah saw. ucapkan:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ                                                                                    

“ Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu dan aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan jasadku kepada-Mu karena mengharap kebaikan dan rasa takut kepada-Mu. Tiada perlindungan dan tempat berlindung dari siksa-Mu melainkan dengan pertolongan-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau utus”. (HR. Bukhari Muslim dari Bara bin ‘Azib)

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَأَغْنِنِي مِنْ الْفَقْرِ

“ Ya Allah Tuhan langit yang tujuh, dan Tuhan arasy yang agung, wahai Tuhanku dan Tuhan segala sesuatu, yang telah menurunkan taurat, injil dan al-furqan (al-Quran), yang telah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau mengambil dari ubun-ubunnya, Ya Allah Engkau yang pertama maka tidak ada sesuatu pun sebelum Engkau, dan Engkau yang terakhir maka tidak ada sesuatu sesudah Engkau, dan Engkau yang nampak maka tidak ada sesuatu diatasmu, dan Engkau yang tersembunnyi maka tidak ada sesuatu di bawahmu, penuhilah dari kami agama dan cukupkanlah dari kami kefakiran”. (HR. Muslim)

Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap

Doa keseharian Nabi Muhammad Saw - Setelah kita membaca dan menikmati bagian yang menyuguhkan doa-doa Nabi, layaklah bagi kita untuk menjaga, mempelajari, memahami dan mengamalkan apa yang terkandung dalam doa-doa Nabi yang tertuang dengan cara diucapkan dalam waktu yang berbeda-beda dan kondisi yang bermacam yang mencakup seluruh situasi dan kondisi setiap muslim.


Adab-adab berdoa yang berkaitan dengan doa sehari-hari
Doa sehari-hari Nabi Muhamad saw. baik dalam bentuk doa atau yang lainnya, yaitu:
1. Merendahkan suara ketika berdzikir atau berdoa kecuali dalam kondisi yang mengharuskan mengeraskan (jahar) bacaannya seperti dalam proses belajar mengajar
2. Tunduk dan rasa takut kepada Allah SWT ketika berdzikir atau berdoa
3. Menghadirkan hati ketika berdzikir
4.Melakukan tiap-tiap dzikir pada waktunya, sebagaimana yang tercantum dalam doa tersebut tanpa mengurangi dan menambahkannya kecuali dalam dzikir bebas.
5. Mencoba memahami dzikir Nabi Muhammad saw.

Dzikir-dzikir Nabi:
Hendaklah seorang muslim mengucapkan dan melakukan dzikir-dzikir ini pada waktu-waktunya.
Apabila beliau bangkit dari tidurnya ia berdoa:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami kembali”. (HR. Bukhari dari Abi Dzar)
Ketika berpakaian, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang akan berpakaian hendaklah dia berdoa:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
“ Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan merezekikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”. (HR. Abu Daud 4023)
Ketika memakai pakaian baru, beliau berdoa:
Apabila melihat saudaranya memakai pakain baru katakanlah kepada-Nya:
أَلْبَسُ جَدِيْدًا وَعَشَ حَمِيْدًا وَمَتَ شَهِيْدًا                                                                                               
“ Pakailah pakaian yang baru, hiduplah dalam kehidupan yang terpuji, dan matilah dalam keadaan syahid”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Apabila memakai baju atau sandal: Mulailah dengan yang kanan, karena sesungguhnya Nabi saw. suka mendahulukan yang kanan dalam setiap urusan yang baik
Apabila keluar dari rumah ucapkanlah:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أََنْ أضِلَّ أَوْ أَضَلَّ أَوْ أَزِلَ أَوْ أَزَلَ أو أَظْلِمَ أَوْ أظْلَمَ أَوْ أجْهَلَ أَوْ يَجْهَلَ عَلَيْ
“ Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sesuatu yang menyesatkan, dari sesuatu yang menggelincirkan atau digelincirkan dari sesuatu yang menganiaya atau teraniaya, atau dari sesuatu yang membodohkan atau diperbodohkan”.
Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ                                                                                                           
“ Barang siapa yang keluar dari rumahnya lalu berdoa dengan nama Allah aku berserah kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, niscaya pada saat itu dikatakan kepada-Nya: aku mencukupkanmu, aku menjagamu, aku memberikan penunjukan kepadamu, dan menyelamatkanmu dari gangguan syetan. 

Apabila beliau masuk ke rumahnya beliau berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ
“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebaik-baik jalan masuk dan sebaik-baik jalan keluar, dengan nama Allah kami masuk dan keluar, dan hanya kapada-Mu kami berserah diri kemudian hendaklah ia mengucapkan salam kepada keluarganya”. (HR. Abu Daud)

Ketika menaiki hewan tunggangan, pesawat, perahu, mobil, atau yang lainnya: ketika dia meletakan kakinya di kendaraan ucapkanlah: “Dengan nama Allah”, apabila dia telah duduk di dalamnya ucapkanlah:

الحَمْدَ لِلّهِ الَذِي سَخَرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَا إِِلََى رَبِنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ . ثُمَ حَمْدُ اللهِ ثَلاَثَ مَرَاتٍ ، ثُمً كًَبَرَ ثَلاَثًا ، ثُمَ قَالَ : اللّهُمَ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، إِنَهُ لاَ يَغْفِرُ الذُنُوْبَ إِلاَ أَنْتَ                                                                          
“ Segala puji bagi Allah yang telah menundukan bagi kami kendaraan ini. Padahal kami tidak layak mendapat kehormatan yang demikian. Dan kepada Allah kami kembali, Al-hamdulillah (segala puji bagi Allah) (3x) Allahu akbar (Allah maha besar) (3x) Maha suci Engkau sesungguhnnya aku sering mendzolimi diriku maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosaku melainkan Engkau”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Ketika masuk WC, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ                                                                                            
“ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari jin laki-laki dan jin perempuan”. (HR. Bukhari Muslim)

Ketika keluar dari WC, beliau berdoa:
غُفْرَانَكَ          : “Ampunanmu”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Aisyah)
Adapun ucapan Bismillah (dengan menyebut nama Allah) sebelum masuk WC adalah tambahan yang keliru.

Sebelum wudhu: tidak ada satupun doa yang shahih, akan tetapi ucapkanlah: Bismillah (Dengan menyebut nama Allah)

Ketika berwudhu: Tidak ada doa yang shahih, akan tetapi ada satu doa yang dibaca ketika berwudhu yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu As-Sinni dari Abu Musa Al-Asy’ari:
اللّهُمَ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَسِعْ لِيْ فِي دَارِي وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي                                                                  
“ Ya Allah ampunilah dosaku, luaskanlah rumahku, dan berkahilah rizkiku”.

Setelah berwudhu, Rasullulah saw. bersabda: “ Tidaklah salah seorang diantara kalian apabila berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَ مَحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهً اِلاَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَة َالثَمَانِيَة َيَدْخُلُ مِنْ أَيُهَا شَاءَ
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, kecuali dibukakan bagi-Nya pintu-pintu surga yang delapan dia bisa masuk dari arah manapun yang ia mau”. (HR. Muslim dari Umar)

اللّهُمَ اجْعَلْنِي مِنَ التَوَابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِرِيْنَ سُبْحَانَكَ اللّهُمَ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ اِلَيْكَ                                                                                                                                         
“ Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri. Maha suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat hanya kepada-Mu”. (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai)

Apabila keluar ke masjid, beliau mengucapkan seperti jika hendak pergi ke luar rumah dengan menambahkan:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا
“ Ya Allah jadikanlah didalam hati dan lidahku cahaya, dipendengaran dan penglihatanku cahaya, didepan dan belakangku cahaya, diatas dan dibawahku cahaya, Ya Allah karuniakanlah kepadaku cahaya”. (HR. Muslim dari Ibnu Abbas)

Apabila masuk atau keluar masjid, Rasululllah saw. bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فََََضْلِكَ                                           
“ Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid hendaklah dia mengucapkan salam kepada Nabi dan ucapkanlah: “Ya Allah bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu, dan apabila keluar hendaklah dia mengucapkan: “ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia-Mu”. (HR. Muslim). Dan Hendaklah mendahulukan kaki kanan ketika masuk dan kaki kiri ketika keluar.

Ketika mendengar muadzin, Nabi Muhamad saw. bersabda: “ Apabila kalian mendengarkan adzan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin kecuali : hayya ala as-shalah, hayya ala al-falah maka ucapkanlah: la haula wa la quwwata illa billah ( tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan-Nya)”

Bacaan setelah adzan, Rasulullah saw bersabda: Barangasiapa yang ketika mendengar adzan maka ucapkanlah: “ Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku rela bertuhankan Allah dan bernabikan Muhammad serta beragama Islam maka ia akan diampuni dosanya”. Kemudian melakukan sholawat atas Nabi Muhamad SAW dengan bentuk shalawat Nabi Ibrahim.

Kemudian beliau berdoa:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“ Ya Allah Tuhan yang menguasai seruan yang sempurna ini dan sholat yang akan didirikan, berilah Muhammad washilah dan keutamaan dan tempatkanlah ia dalam tingkat yang terpuji, yang telah Engkau janjikan kepada-Nya”. Maka orang itu akan mendapat syafaatku di hari kiamat.
Diantara adzan dan Iqamah kerjakanlah shalat sunnah qabliyyah, kemudian berdoa sesuai dengan kehendak. Rasulullah saw. bersabda: “ Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah”. (HR. Ahmad, An-Nasai, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih dari Anas)

Pengertian Agama Islam Menurut Para Ahli

Wawanislam - Anda merasa telah mengenal Islam? Lalu, bagaimana dengan pengertian agama Islam menurut para ahli? Pengertian Islam bisa kita bedah dari dua aspek, yaitu aspek kebahasaan dan aspek peristilahan. Dari segi kebahasaan, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Oleh sebab itu orang yang berserah diri, patuh, dan taat kepada Allah swt. disebut sebagai orang Muslim. Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah swt. dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Adapun pengertian Islam dari segi istilah, banyak para ahli yang mendefinisikannya; di antaranya Prof. Dr. Harun Nasution. Ia mengatakan bahwa Islam menurut istilah ( Islam sebagai agama ) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenal satu segi, tetapi mengenal berbagai segi dari kehidupan manusia. Sementara itu Maulana Muhammad Ali mengatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian; dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya.

Berikut ini adalah pengertian definisi agama Islam menurut ahli.
  • Menurut George Sarton, agama Islam merupakan tatanan agama yang paling tepat sekaligus paling indah.
  • Menurut Tolstoi, agama Islam merupakan ringkasan agama yang dikumandangkan Muhammad dan menyatakan bahwa Allah itu satu, tiada Tuhan selain Dia. Sehingga tidak dibenarkan menyembah banyak Tuhan.
  • Menurut Leodourch, agama Islam itu adalah agama kemanusiaan alami, ekonomis dan sekaligus moralis.
  • Menurut Massignon, agama Islam merupakan agama yang memiliki keistimewaan, bahkan Islam sebagi ide persamaan yang benar dengan partisipasi semua anggota masyarakat.
  • Menurut Orientalis H. I, agama Islam adalah sebaik-baiknya agama dan ternyata Islam hingga dewasa kini masih tetap merupakan akidah agama yang kukuh, yang memiliki kaidah kemasyarakatan yang merata, dan sekaligus memiliki tatanan budi luhur yang sangat kuat.
  • Menurut Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah at-Tawairjiri, agama Islam adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mengesakan-Nya dan melaksanakan syariat-Nya dengan penuh ketaatan atau melepaskan dari kesyirikan.
  • Menurut Umar bin Khaththab, agama Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. Agama ini meliputi: Akidah, Syariat, dan Akhlak.
  • Menurut Abu Said Al-Hasan Al-Bashri, agama Islam ialah kepasrahan hati anda kepada Allah, lalu setiap orang muslim merasa selamat dari gangguan anda.
Berdasarkan pengertian agama Islam menurut para ahli di atas, secara istilah, Islam adalah nama agama yang berasal dari Allah swt. Nama Islam tersebut memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu, golongan tertentu, atau negeri tertentu. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah swt. Hal itu dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan Allah swt.

Pengertian Agama Islam Secara Umum

Wawanislam - Tak asing lagi di telinga kita dengan kata “Agama” dan “Islam“. Dimana agama yang merupakan keyakinan atau kepercayaan bagi setiap manusia yang memeluknya. Di negara Indonesia terdapat 6 agama yang dianut, diantaranya yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam.
pengertian-islam
Adapun pengertian agama Islam akan dibahas selengkapnya oleh seputarpengetahuan berikut ini.

Pengertian Agama Islam

Agama adalah peraturan, pedoman, ajaran, atau sistem yang mengatur tentang keyakinan, keimanan atau kepercayaan. Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhamad SAW sebagai Rasul utusan Allah dan Allah menjadikan Islam sebagai agama yang Rahmatal lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam). Sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Anbiya ayat 107:

al-anbiya-107
Kami tidak mengutus engkau wahai Muhammad, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam semesta“.
Secara bahasa kata “Islam” berasal dari kata “sallama” yang berarti selamat, dan bentuk mashdar dari kata “aslama” yang berarti taat, patuh, tunduk dan berserah diri. Sedangkan secara istilah, Islam ialah tunduk, taat dan patuh kepada perintah Allah SWT seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul utusan-Nya serta menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah ta’ala.

Pengertian Agama Islam Menurut Para Ulama


  • Nabi Muhamad SAW.

Nabi Muhamad menjawab pertanyaan Umar r.a, tentang apa itu Islam, dan beliau menjawab Islam itu adalah “bahwa engkau mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan bahawasanya Muhamad itu utusan Allah, dan engkau mendirikan sholat, dan mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau mengerjakan ibadah haji di Baitullah jika engkau sanggup melakukannya“.
  • Umar bin Khatab

Menjelaskan Islam sebagai agama yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Muhamad SAW. Di dalam agama Islam terdapat tiga hal yakni: Akidah, Syariat dan Akhlak.
  • Muhamad bin Ibrahim bin Abdullah at-Tawaijiri

Mengatakan bahwa Islam adalah sebuah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mengesakan-Nya dan melaksanakan syariat-syariat-Nya dengan penuh keikhlasan.
  • Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Beliau mengatakan Islam ialah berserah diri kepada Allah SWT dengan cara mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan dan berlepas diri dari perbuatan-perbuatan syirik dan para pelakunya.

Pengertian Agama Islam Secara Umum

Secara umum yang dimaksud dengan agama Islam ialah agama yang diridhoi Allah, yang paling benar dan sempurna serta agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Islam merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW., sebagai Nabi terakhir pilihan-Nya. Didalamnya terdapat aturan dan hukum yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat agar selamat dan bahagia di dunia sampai akhirat. Allah SWT berfirman:
ali-imran-9
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam“. (QS. Ali-Imran: 19)
Jadi, agama Islam adalah agama yang benar, yang mengajarkan segala sesuatunya dengan baik dan sempurna. Ajaran Islam bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits.
Itulah sekilas tentang pengertian Agama Islam yang dapat disampaikan melalui tulisan ini, semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih