Kekuatan sedekah dalam Islam

Kekuatan sedekah ada di dalam Al Qur’an dan banyak ditemukan firman Allah yang memerintahkan kita untuk bersedekah dan membelajakan sebagian harta kita dijalan kebaikan. Namun sayang kebanyakan kita tidak menghiraukan perintah tersebut. Kita kuatir kalau bersedekah akan mengurangi jumlah harta kita. Sifat kikir dan tamak mendorong kita untuk enggan membayar zakat , infak dan sedekah. Padahal manfaat sedekah itu sebenarnya akan kembali kepada diri kita juga.

Kekuatan sedekah dalam Islam

Allah melipat gandakan pahala sedekah sampai 700 kali lipat, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an surat al Baqarah ayat 261 :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 261)

Dalam berbagai ceramahnya ustadz Yusuf Mansyur selalu mengingatkan tentang keutamaan sedekah ini. Beliau banyak menceritakan tentang pengalaman orang orang yang lolos dari berbagai bencana dan musibah dengan bersedekah. Ternyata sedekah dapat menyelamatkan seseorang dari kebangkrutan, tekanan ekonomi, berbagai penyakit dan penderitaan berkepanjangan.

Banyak pengalaman beberapa orang yang selamat dari kecelakaan, dan kebangkrutan dengan membiasakan bersedekah setiap hari. Kisah ini kami kutip dari web Program Pembibitan Penghapal Qur’an binaan Ustadz Yusuf Mansyur pppa.or.id. di Tangerang. Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang keajaiban dan kekuatan sedekah ini silahkan membuka situs tersebut atau membaca artikel lain dengan label sedekah di blog kami.

Arti islam menurut bahasa dan istilah

Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.

Arti islam menurut bahasa dan istilah

Pengertian Islam secara harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama)

Pengertian Islam Menurut Bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.

الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما

Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:

1. Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai.

Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian.

Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9)

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 22 : 39)

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”


2. Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini,

Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125) “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6 : 162)

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) :

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26) “Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2 : 208)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.

Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84) “(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia.

Allah berfirman: (QS. 5 : 6)

“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

5. Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)

Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”

Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.

Adapun Pengertian Islam Menurut Istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:

Islam sebagai wahyu ilahi
Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 :

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW)

Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)

“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

Sebagai pedoman hidup

Allah berfirman (QS. 45 : 20):

“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”

Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW

Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”


6. Membimbing manusia ke jalan yang lurus.

Allah berfirman (QS. 6 : 153)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”

Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah berfirman (QS. 16 : 97)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(dikutip dari el-misbah.blogspot.com)

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2

Wawanislam - Bagian kedua dari kerajaan islam di nusantara indonesia akan dibagikan disini

Baca dulu : 8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1


8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2


5. Kerajaan Mataram Islam
Sultan Sutawijaya menjabat sebagai raja pertama di Mataram 1589 – 1601 dengan gelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama. Pada masa pemerintahannya,banyak terjadi perlawanan dari para bupati yang semula tunduk pada Mataram, misalnya Demak dan Pajang. Perlawanan juga datang dari daerah Surabaya, Madiun, Gresik, dan Ponorogo. Terjadinya perlawanan-perlawanan ini dikarenakan Senopati mengangkat dirinya sendiri sebagai sultan di Mataram.

Padahal pengangakatan dan pengesahan sebagai sultan di Jawa biasanya dilakukan oleh wali. Selama berkuasa, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa dapat dikuasainya. Akan tetapi, ia tidak berhasil mendapatkan pengakuan dari raja-raja Jawa lain sebagai raja yang sejajar dengan mereka. Sepeninggal Panembahan Senopati, penggantinya adalah putranya, Raden Mas Jolang (1601 – 1613).

Pada masa pemerintahannya ia melanjutkan usaha ayahnya meluaskan wilayah kekuasaan Mataram. Akan tetapi, ia tidak sekuat ayahnya sehingga tidak mampu memperluas wilayahnya dan wafat di daerah Krapyak. Oleh karena itu, ia diberi gelar Panembahan Seda Krapyak. Pengganti Mas Jolang adalah putranya Mas Rangsang atau Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613 – 1645). Ia bergelar Sultan Agung Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai puncak kejayaan.

Sultan Agung berusaha menyatukan Pulau Jawa. Mataram berhasil menundukkan Tuban dan Pasuruan (1619), Surabaya (1625), dan Blambangan (1639). Hasil ekspansi ini membuat wilayah Mataram semakin luas.

6. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Banten
Kerajaan Islam Banten didirikan oleh Fatahillah tahun 1527 . Semula, Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Hindu Pajajaran. Kemudian, Banten direbut dan diperintah oleh Fatahillah dari Demak. Pada tahun 1552, Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya, Hasanuddin. Fatahillah sendiri pergi ke Cirebon dan berdakwah di sana sampai wafat (1570).

Fatahillah dimakamkan di desa Gunung Jati. Oleh karena itu, ia disebut Sunan Gunung Jati. Di bawah pemerintahan Hasanuddin 1552 – 1570, Banten mengalami kemajuan di bidang perdagangan dan wilayah kekuasaannya meluas sampai ke Lampung dan Sumatra Selatan. Setelah wafat, Hasanuddin digantikan oleh putranya, Panembahan Yusuf 1570 – 1580. Pada masa pemerintahannya, Pajajaran berhasil ditaklukkan 1579.

Panembahan Yusuf wafat pada tahun 1580 dan digantikan putranya, Maulana Muhammad 1580 – 1597. Pada masa pemerintahannya, datanglah Belanda. Ia menyambut kedatangan Belanda dan oleh Belanda ia diberi gelar Ratu Banten. Sepeninggal Ratu Banten, pemerintahan dipegang oleh Abdulmufakir yang masih kanak-kanak 1597 – 1640.

Ia didampingi oleh walinya, Pangeran Ranamenggala. Pada tahun 1640, Abdulmufakir diganti oleh Abu Mali Ahmad 1640 – 1651. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Abdul Fatah yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa 1651 – 1682. Pada masa pemerintahannya, Banten mencapai kejayaan. Sultan Ageng mengadakan pembangunan, seperti jalan, pelabuhan, pasar, masjid yang pada dasarnya untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Banten.

Namun sejak VOC turut campur tangan dalam pemerintahan Banten, kehidupan sosial masyarakatnya mengalami kemerosotan. Keadaan semakin memburuk ketika terjadi pertentangan antara Sultan Ageng dan Sultan Haji, putranya dari selir. Pertentangan ini berawal ketika Sultan Ageng mengangkat Pangeran Purbaya putra kedua sebagai putra mahkota. Pengangkatan ini membuat iri Sultan Haji. Berbeda dengan ayahnya, Sultan Haji memihak VOC. Bahkan, dia meminta bantuan VOC untuk menyingkirkan Sultan Ageng dan Pangeran Purbaya.

Sebagai imbalannya, VOC meminta Sultan Haji untuk menandatangani perjanjian pada tahun 1682 yang isinya, antara lain, Belanda mengakui Sultan Haji sebagai sultan di Banten; Banten harus melepaskan tuntutannya atas Cirebon; Banten tidak boleh berdagang lagi di daerah Maluku, hanya Belanda yang boleh mengekspor lada dan memasukkan kain ke wilayah kekuasaan Banten; Cisadane merupakan batas antara Banten dan Belanda.

Perjanjian tersebut mengakibatkan Banten berada pada posisi yang sulit karena ia kehilangan peranannya sebagai pelabuhan bebas sejak adanya monopoli dari Belanda. Pada tahun 1683, Sultan Ageng tertangkap oleh VOC sedangkan Pangeran Purbaya dapat meloloskan diri. Setelah menjadi tawanan Belanda selama delapan tahun, Sultan Ageng wafat 1692. Adapun Pangeran Purbaya tertangkap oleh Untung Suropati, utusan Belanda, dan wafat pada tahun 1689.

7. Kerajaan Gowa – Tallo
Pada awalnya, Kerajaan Gowa – Tallo yang lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar terdiri dari beberapa kerajaan yang bercorak Hindu, antara lain, Gowa, Tallo, Wajo, Bone, Soppeng, dan Luwu. Dengan adanya dakwah dari Dato’ri Bandang dan Dato’ Sulaiman, Sultan Alauddin Raja Gowa masuk Islam. Setelah raja memeluk Islam, rakyat pun segera ikut memeluk Islam.

Kerajaan Gowa dan Tallo kemudian menjadi satu dan lebih dikenal dengan nama Kerajaan Makassar dengan pemerintahannya yang terkenal adalah Sultan Hasanuddin 1653 – 1669. Ia berhasil memperluas pengaruh Kerajaan Makassar sampai ke Matos, Bulukamba, Mondar, Sulawesi Utara, Luwu, Butan, Selayar, Sumbawa, dan Lombok.

Hasanuddin juga berhasil mengembangkan pelabuhannya dan menjadi bandar transito di Indonesia bagian timur pada waktu itu. Hasanuddin mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. Karena keberaniannya dan semangat perjuangannya, Makassar menjadi kerajaan besar dan berpengaruh terhadap kerajaan di sekitarnya. Perkembangan Makassar menyebabkan VOC merasa tersaingi. Makassar tidak tunduk kepada VOC, bahkan Makassar membantu rakyat Maluku melawan VOC.

Kondisi ini mendorong VOC untuk berkuasa di Makassar dengan menjalin kerja sama dengan Makassar, tetapi ditolak oleh Hasanuddin. Oleh karena itu, VOC menyerang Makassar dengan membantu Aru Palaka yang telah bermusuhan dengan Makassar. Akibatnya, benteng Borombong dan ibu kota Sombaopu jatuh ke tangan musuh, Hasanuddin ditangkap dan dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya (1667).

Akibat kekalahannya, peranan Makassar sebagai penguasa pelayaran dan perdagangan berakhir. Sebaliknya, VOC memperoleh tempat yang strategis di Indonesia bagian timur. Rakyat Makassar yang tidak mau menerima Perjanjian Bongaya, seperti Kraeng Galesung dan Monte Merano, melarikan diri ke Mataram. Selanjutnya, untuk memperlemah Makassar, benteng Sombaopu dihancurkan oleh Speelman dan benteng Ujung Pandang dikuasai VOC diganti nama menjadi benteng Ford Roterdam.

Dalam bidang kebudayaan, Makassar sebagai kerajaan yang bersifat maritim sedikit meninggalkan hasil-hasil budaya. Peninggalan budaya Makassar yang menonjol adalah perahu pinisi, lambo, dan bercadik. Dalam bidang sastra, diperkirakan sudah lahir beberapa karya sastra. Hanya saja, karya-karya tersebut tidak sampai ke kita. Tetapi pada saat itu sudah ada sebuah buku tentang hukum laut dan perniagaan, yaitu Ade’ Allopiloping Bicaranna Pabbalu’e dan naskah lontar karya Amanna Gappa.

8. Kerajaan Ternate dan Tidore
Di Maluku terdapat dua kerajaan yang berpangaruh, yakni Ternate dan Tidore. Kerajaan Ternate terdiri dari persekutuan lima daerah, yaitu Ternate, Obi, Bacan, Seram, Ambon, disebut Uli Lima sebagai pimpinannya adalah Ternate. Adapun Tidore terdiri dari sembilan satuan negara disebut Uli Siwa yang terdiri dari Makyan, Jailolo, dan daerah antara Halmahera – Irian.

Kedatangan Islam ke Maluku tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14, Islam sudah masuk daerah Maluku. Raja Ternate kedua belas, Molomateya 1350 – 1357 bersahabat karib dengan orang Arab yang memberi petunjuk mengenai cara membuat kapal. Raja yang benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin 1486 – 1500.

Ia mendapat ajaran Islam dari Sunan Giri. Kekuasaan Ternate dan Tidore mencakup pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Penghasilan utamanya adalah cengkih, pala, rempah-rempah, dan ramuan obat-obatan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Eropa. Ketika bangsa Portugis datang ke Ternate, mereka bersekutu dengan bangsa itu 1512.

Demikian juga ketika bangsa Spanyol datang ke Tidore, mereka juga bersekutu dengan bangsa itu 1512. Portugis akhirnya dapat mendirikan benteng Sao Paulo di Ternate dan banyak melakukan monopoli perdagangan. Tindakan ini menimbulkan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Hairun (1550 – 1570). Tindakan Musquita menangkap Sultan Hairun dilepas setelah kembali, tetapi kemudian dibunuh setelah
paginya disuruh berkunjung ke benteng Portugis.

Sultan Baabullah 1570 – 1583 memimpin perlawanan untuk mengenyahkan Portugis dari Maluku sebagai balasan terhadap kematian ayahnya. Benteng Portugis dikepung selama 5 tahun, tetapi tidak berhasil. Sultan Tidore yang berselisih dengan Ternate kemudian membantu melawan Portugis. Akhirnya, benteng Portugis dapat dikuasai setelah Portugis menyerah karena dikepung dan kekurangan makanan.

Tokoh dari Tidore yang anti-Portugis adalah Sultan Nuku. Pada tanggal 17 Juli 1780, Pata Alam dinobatkan sebagai vasal dari VOC dengan kewajiban menjaga keamanan di wilayahnya, yaitu Maba, Weda, Patani, Gebe, Salawatti, Missol, Waiguna, Waigen, negeri-negeri di daratan Irian, Pulau Bo, Popa, Pulau Pisang, Matora, dan sebagainya.

Di sisi lain, Nuku terus mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Ternate dan Tidore. Pada tahun 1783, Pata Alam menjalankan strategi untuk meraih loyalitas raja-raja Irian. Akan tetapi, usaha tersebut menemui kegagalan, karena para utusan dengan pasukan mereka berbalik memihak Nuku. Akhirnya, Pata Alam dituduh oleh Kompeni bersekongkol dengan Nuku. Pata Alam ditangkap dan rakyat pendukungnya dihukum. Peristiwa ini sering disebut Revolusi Tidore 1783.

Untuk mengatur kembali Tidore, pada tanggal 18 Oktober 1783, VOC mengangkat Kamaludin untuk menduduki takhta Tidore sebagai vasal VOC. Di sisi lain, perjuangan Nuku mengalami pasang surut. Pada tahun 1794, gerakan tersebut mendapat dukungan dari Inggris. Sekembalinya dari Sailan, Pangeran Jamaludin beserta angkatannya menggabungkan diri dengan Nuku. Pada tanggal 12 April 1797 Angkatan Laut Nuku muncul di Tidore.

Hampir seluruh pembesar Tidore menyerah, kecuali Sultan Kamaludin berserta pengawalnya. Mereka menyerahkan diri ke Ternate. Tidore diduduki oleh Nuku hingga meninggal tanggal 14 November 1805 dan digantikan oleh Zaenal Abidin.Baca juga kerajaan hindu budha

Sekarang anda sudah tau kan 8 kerajaan Islam di Indonesia yang terkenal dan berjaya di masa lampau.Kita harus menghargai dan menjunjung tinggi sejarah dan nilai nilai luhur yang di tinggalkannya.kerajaan islam di indonesia mulai surut dan runtuh setelah kedatangan VOC.

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1

Wawanislam - Kerajaan Islam di Indonesia Bermunculan setelah melemahnya kerajaan kerajaan hindu budha di indonesi.Di pulau jawa di awalai dengan runtuhnya kerajaan majapahit kemudian berdirilah kerajaan Islam demak.Menyusul kemudian kerajaan mataram,kerajaan pajang,Kerajaan banten.

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1

Sedangkan di Sumatera telah terlebih dulu muncul kerajaan islam Samudra pasai dan kerajaan Aceh. Di bagian indonesia timur muncul kerajaan Islam ternate dan tidore serta kerajaan goa-tallo.

Tentu saja hal ini di awalai dengan penyebaran dan perkembangan sejarah islam di indonesia pada masa kerajaan kerajaan hindu budha. disini saya akan membagikan nama kerajaan islam di indonesia beserta nama rajanya dengan lengkap dan jelas, berikut peninggalan kerajaan islam di indonesia :

1.Kerajaan islam Pertama DI Indonesia Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Islam Samudra Pasai sudah ada sejak tahun 1128 masehi dengan nama Kerajaan Samudra karena letaknya di daerah samudra.. Di dirikan oleh Nasimuddin al-Kamil seorang Muslim dari Mesir. Kemudian pusat pemerintahan dipindah ke daerah Pasai,Itulah kenapa namanya menjadi Samudra Pasai.

Perkembangan selanjutnya kerajaan Islam pertama ini mengalami perubahan setelah dinasti Fatimah dikalahkan oleh dinasti Mamaluk. Dinasti Fatimah beraliran Syi’ah sedangkan dinasti Mamaluk beraliran Syafi’i. Kerajaan Samudra Pasai juga mengalami perubahan dari Islam Syi’ah menjadi Islam Syafi’i ketika kerajaan Samudra Pasai dipimpin oleh Sultan Malik al-Saleh pada tahun 1285 – 1297masehi
.
Setelah Sultan Malik al-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai diperintah oleh Sultan Malik al-Zahir I 1297 – 1302 masehi . Dia sering mendapat sebutan Sultan Muhammad. Pada masa pemerintahannya, tidak banyak yang dilakukan. Kemudian takhta digantikan oleh Ahmad yang bergelar Al Malik az-Zahir II. Pada saat dia berkuasa Samudra Pasai dikunjungi oleh Ibnu Batutah, seorang utusan dari Delhi yang sedang mengadakan perjalanan ke Cina dan singgah di sana.

Menurut Ibnu Batutah, kerajaan Samudra Pasai memiliki armada dagang yang sangat kuat. Baginda sultan yang bermadzab Syafi’i sangat kuat imannya sehingga berusaha menjadikan Samudra Pasai sebagai pusat ajaran Islam yang bermadzab Syafi’i. Kerajaan Samudra Pasai merupakan pelabuhan penting yang banyak didatangi oleh para pedagang dari berbagai penjuru dunia, misalnya Gujarat dan Persia.

Pengaruh India dan Persia sangat besar di Kerajaan Islam samudra pasai. Pedagang Cina juga datang ke sana untuk memasarkan dagangannya. Barang dagangan utama adalah lada yang menjadi bahan ekspor kerajaan. Kerajaan Samudra Pasai memanfaatkan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Pasai – Arab – India dan Cina.

Kerajaan Samudra Pasai juga menyiapkan bandar-bandar dagang yang digunakan untuk menambah perbekalan untuk berlayar selanjutnya, mengurus masalah perkapalan, mengumpulkan barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri, dan menyimpan barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di nusantara . Waktu Itu Samudra Pasai menjadi pusat studi agama Islam dan tempat berkumpulnya ulama.

Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran setelah berdirinya Kerajaan Malaka pada abad ke-15 masehi karena para pedagang Islam mulai memusatkan perdagangan mereka di Malaka.

2. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Aceh
Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, setelah berhasil melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Kerajaan Aceh kemudian diperintah oleh Sultan Alauddin Riayat Syah. Kerajaan Islam Aceh mencapai kebesaran pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada waktu itu banyak pedagang dari daerah lain yang datang ke kerajaan Aceh untuk membeli hasil buminya.

Kebudayaan kerajaan Aceh sangat maju di bidang arsitektur.Peninggalan kebudayaan pada masa sultan Iskandar Muda yaitu masjid Baiturrahman. Setelah sultan Iskandar Muda wafat digantikan oleh Sultan Iskandar Thani. Pemerintahan Aceh diatur dalam undang-undang yang disebut Adat Mahkota Alam. Berdasarkan tata pemerintahan tersebut, wilayah Aceh dibagi dalam wilayah sagi dan wilayah pusat kerajaan. Setiap sagi terdiri dari sejumlah mukmin dan dikepalai oleh panglima sagi yang disebut hulubalang besar. Sebagai negara Islam, Aceh disebut Serambi Mekah karena Aceh menjadi pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara

Untuk memperdalam Islam lebih dahulu belajar ke Aceh untuk mendapatkan dasar Islam yang kuat. Masyarakat Aceh dikelompokkan dalam golongan Teuku, yakni golongan masyarakat bangsawan, dan golongan Tengku, yakni golongan agama. Penghasilan Kerajaan Aceh didapat dari penarikan pajak dan cukai yang terdiri dari beberapa macam antara lain pajak pasar dan cukai intan.

Dalam bidang sastra, kerajaan Aceh banyak melahirkan tokoh-tokoh, antara lain Syamsuddin Pasai, Hamzah Fansyuri, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdul al-Rauf. Nuruddin ar-Raniri mengarang Bustanus Salatin taman raja-raja dan adat istiadat Aceh serta ajaran Islam. Abdul al-Rauf dari Singkel Syeikh Kuala membuat tafsir Alquran dalam bahasa Melayu.

Ia menentang aliran heterodoks yaitu aliran yang berpendapat bahwa makhluk yang diciptakan sebagai penampilan dari penciptanya. Aliran yang dianutnya adalah aliran ortodoks, yakni Allah pencipta dan makhluk ciptaan-Nya tidak dapat mengetahui keadaan-Nya. Setelah wafatnya Sultan Iskandar Muda, tidak ada pengganti yang bijaksana sehingga menyebabkan kemunduran Aceh.

Selain itu, mundurnya perdagangan Aceh akibat Malaka jatuh ke tangan Portugis sehingga pedagang Islam beralih ke Demak yang juga menyebabkan kemunduran kerajaan IslamAceh.

3 Kerajaan Demak
Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-16 masehi berkat perjuangan dan usaha Pangeran Jinbun atau Raden Patah. Beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan ini berkembang pesat adalah letaknya yang strategis serta terletak di tengah jalur perdagangan nasional yang menghubungkan antara barat dan timur.

Mundurnya Kerajaan Majapahit juga menjadi penyebab para pedagang Islam masuk ke Demak. Dari aspek politik, dapat kita ketahui bahwa Raden Patah adalah keturunan Brawijaya, penguasa Majapahit. Setelah Raden Patah diangkat sebagai Bupati Demak Bintoro pada tahun 1500 Masehi , ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah yang lebih dikenal dengan Raden Patah. Kemudian setelah menjadi raja, ia memajukan perdagangan dan agama Islam.

Kerajaan Islam Demak menjadi negara maritim yang banyak dikunjungi oleh pedagang Islam, terlebih setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511 di bawah Alvonso d’Albuquerque. Pada tahun 1518, ia digantikan oleh Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahannya, ia melawan Portugis di Selat Malaka dengan 100 kapal, akan tetapi semua tidak berhasil.

Sepeninggal Pati Unus, kekuasaan dipegang oleh Sultan Trenggono 1521 – 1546 masehi. Pada masa pemerintahannya ia mengutus Fatahillah untuk menyerang Portugis di Selat Sunda 1527 masehi dan ternyata telah terjadi persetujuan “Henrique Leme” antara Portugis dan Pajajaran untuk mendirikan benteng Sunda Kelapa.

Usaha Fatahillah untuk menguasai Sunda Kelapa berhasil. Di sana ia mendirikan dua kerajaan, yaitu Kerajaan Banten dan Cirebon. Kerajaan Banten diberikan kepada Hasanudin puteranya dan Cirebon diperintah sendiri. Namun akhirnya, Fatahillah meninggalkan istana dan menjadi Sunan Gunung Jati.

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, wilayah Demak meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah berjalan dengan teratur. Kehidupan sosial pada saat itu diatur dengan hukum-hukum yang berlaku dalam ajaran Islam. Akan tetapi norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja.

Dengan demikian sistem kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak dapat dikatakan telah mendapat pengaruh Islam. Hasil-hasil budaya Kerajaan Demak merupakan kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil budayanya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah masjid Demak. Masjid ini merupakan lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan yang bercorak Islam. Masjid Demak selain kaya dengan ukir-ukiran yang bercirikan Islam juga memiliki keistimewaan, karena salah satu tiangnya dibuat dari pecahan-pecahan kayu.

Selain masjid Demak, Sunan Kalijaga juga melakukan dasar-dasar perayaan sekaten. Perayaan itu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik minat masyarakat agar masuk Islam. Sekaten ini kemudian menjadi tradisi atau kebudayaan yang terus terpelihara sampai sekarang. Pada masa akhir pemerintahan Sultan Trenggana terjadi perebutan takhta dengan Arya Penangsang serta Hadiwijaya yang membawa keruntuhan Kerajaan Demak.

4. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang berdiri karena runtuhnya Kerajaan Demak pada tahun 1568 masehi . Pada mulanya, Arya Penangsang yang menguasai Demak berhasil dikalahkan oleh Jaka Tingkir. Oleh Jaka Tingkir, pusat Kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang, sebelah barat kota Solo sekarang. Sejak saat itu, berakhirlah Kerajaan Demak dan berdirilah Kerajaan Pajang.

Demak pada saat itu, dijadikan wilayah kadipaten yang diserahkan kepada Arya Pangiri putra Sunan Prawoto. Pada waktu Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir memerintah Kerajaan Pajang, Ki Ageng Pemanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai balas jasa atas bantuannya mengalahkan Arya Penangsang. Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, jabatan bupati di Mataram diberikan kepada Sutawijaya, putra angkat Ki Ageng Pemanahan

Sepeninggal Sultan Hadiwijaya pada tahun 1582, takhta Pajang menjadi rebutan antara Pangeran Benawa putra Hadiwijaya dan Arya Pangiri menantu Hadiwijaya. Arya Pangiri merasa tidak puas dengan hanya menjabat sebagai adipati di Demak. Pangeran Benawa disingkirkan dan hanya dijadikan adipati di Jipang. Selama berkuasa 1582 – 1586, Arya Pangiri banyak melakukan tindakan yang meresahkan rakyat, sehingga menimbulkan berbagai perlawanan.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pangeran Benawa untuk menghimpun kekuatan dan merebut kembali takhta Pajang. Dalam hal ini, Pangeran Benawa bekerja sama dengan Sutawijaya dari Mataram. Akhirnya, Arya Pangiri dapat dikalahkan dan disuruh kembali ke Demak. Setelah Pajang kembali ke tangannya, Pangeran Benawa justru menyerahkan kekuasaan Pajang kepada Sutawijaya.

Hal ini dilakukannya karena Pangeran Benawa merasa tidak mampu memimpin Pajang yang begitu luas. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram 1586. Sejak saat itu, berdirilah Kerajaan Mataram dengan Sutawijaya sebagai rajanya. Adapun Pajang dijadikan kadipaten dan Pangeran Benawa sebagai adipatinya.

Lanjut : 8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2

Melahirkan dengan Lotus Birth dalam Islam

Wawanislam - Lotus birth adalah proses melahirkan dengan membiarkan plasenta tetap terhubung dengan tali pusat (tidak dipotong) selama beberap hari. Tali plasenta tidak dipotong langsung beberapa saat setelah melahirkan, tetapi dibiarkan mengering dan lepas sendiri. Konsekuensinya, plasenta dengan wadahnya harus di bawa terus menyertai bayi (ketika digendong, tidur dan dimandikan) dan diberi wewangian agar tidak bau.

Melahirkan dengan Lotus Birth dalam Islam

Lotus Birth dalam Agama Islam

Beritanya ini adalah tradisi di negara Tibet dan suku Aborigin Australia. Diberitakan pula bahwa lotus birth adalah cara kelahiran dewa wisnu untuk mempertahankan status kesuciannya sebagai anak dewa (mohon maaf jika berita ini salah). Dunia medis modern memperkenalkan metode ini di Amerika kemudian Australia

Berikut klaim kelebihan dari metode lotus birth:
1.Lebih alami
2.Bayi mendapatkan tambahan darah lebih
3.Ada keyakinan yang mengatakan bahwa plasenta masih bagian dari bayi sehingga tidak boleh diputus secara paksa

Berikut kekurangannya:
1.Lebih repot, karena harus membawa plasenta dengan wadahnya ke mana-mana bersama bayi, saat makan, tidur, mandi dan digendong
2.Mungkin agak terganggu dengan bau plasenta yang mengering
3. Jika tidak hati-hati, bisa menjadi sumber infeksi



Bagaimana Lotus Birth secara medis

Sebenarnya ini adalah urusan dunia, sehingga mengenai ini perlu kita serahkan kepada ahlinya sebagaimana hadits,

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأُمُوْرِ دُنْيَاكُمْ

“Kalian lebih tahu urusan dunia kalian” (HR. Bukhari)

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu” (An Nahl: 43)

Setelah membaca-baca beberapa pendapat secara medis, kami lebih memilih sebaiknya TIDAK melakukan lotus birth. Dengan alasan:

1.Untuk mencegah kurangnya darah yang mengalir dari plasenta, bisa dilakukan dengan cara menunda pemotongan plasenta beberapa saat sehingga darah dari plasenta mengalir ke bayi
2.Plasenta yang sudah mulai mengering sudah tidak bisa lagi mengalirkan darah ke bayi
3.Tidak praktis untuk kehidupan modern sekarang karena harus membawa plasenta beserta wadahnya
4.Jika anda mempunya bayi atau anak kecil maka tidak boleh dekat-dekat dengan adik bayi karena plasenta yang sudah mengering dan terkadang bau, bisa menjadi sumber infeksi terutama bagi anak-anak
5. Bisa putus tiba-tiba jika tidak sengaja atau lalai


Hukum Lotus Birth secara syariat islam

Sebenarnya boleh-boleh saja melakukan lotus birth, karena ini adalah masalah dunia hukum asalnya halal dan boleh sebagaimana kaidah fikh,

الأصل في الأشياء الإباحة

“hukum asal urusan dunia adalah mubah/boleh”

Akan tetapi lotus birth TIDAK BOLEH:

1. JIka terbukti bisa membahayakan, misalnya karena sebagai sumber infeksi

Jika ini memang benar maka terlarang dalam agama. Sebagaimana hadits,

لا ضرر ولا ضرار

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan/ merugikan diri sendiri ataupun orang lain“ (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)

2. Jika terbukti benar bahwa ini asalnya adalah ada keyakinan bahwa ini cara dilahirkannya dewa wisnu dan ada keyakinan mengenai hal ini.

Jika memang benar, maka ini dilarang dalam agama karena tasyabbuh menyerupai orang non-muslim. Sebagaimana hadits,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Daud, Hasan)

Tapi kita tidak berniat menyerupai mereka? Mohon maaf, ulama menjelaskan bahwa tasyabbuh tidak mesti harus dengan niat, karena inti dari tasyabbuh adalah adanya persamaan yang cepat atau lambat bisa mempengaruhi seseorang dan akan ada ikatan hati. Inilah yang berusaha ditutup celahnya oleh syariat.

Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah berkata,

الحذر من مشابهة المشركين في أعيادهم ولو لم يقصده

“Peringatan dari tasyabbuh/meniru orang musyrik dalam hari raya (dan kepercayaan mereka) walaupun tidak berniat meniru mereka.” (Kitabut Tauhid syaikh At-Tamimi)

Kesimpulan:

Sebaiknya TIDAK mengunakan metode lotus birth ketika melahirkan. Jika memang ingin melakukan, maka konsekuensi kembali kepada individu masing-masing.

NOTE:

Mohon maaf, yang kami maksud dalam tulisan adalah lotus birth murni yaitu dibiarkan lepas alami Bukan “semi” lotus birth yaitu dipotong setelah 1 x 24 jam setelah kelahiran



Demikian semoga bermanfaat

Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap 3

Wawanislam - Melanjutkan Doa keseharian Nabi Muhammad Saw Lengkap bagian kedua, silahkan dibaca



cara+berdoa+islam

Hal yang berkaitan dengan mimpi:

“ Apabila seseorang bermimpi sesuatu yang ia sukai maka janganlah menceritakannya hal itu kecuali kepada orang yang disukainya, tapi apabila ia bermimpi sesuatu yang ia benci maka hehdaklah dia meludah ke sebelah kiri tiga kali, maka minta perlindunganlah kepada Allah SWT dari syetan sebanyak tiga kali, lalu hendaklah mengganti posisi tidurnya, dan janganlah menceritakannya kepada seorang pun karena mimpi itu tidak membahayakannya. kemudian hendaklah dia bangkit dan shalat”. (HR. Bukhari Muslim)

Dzikir orang yang mengalami kesulitan dalam perkaranya:


اللّهُمَ لاَ سَهَلَ إِلاَ مَا جَعَلتُهُ سَهْلاً ، وَأنْتَ تَجْعَلُ الحَزَنَ سَهْلاً إِذَا شِئْتَ


“ Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali apa-apa yang Engkau jadikan itu mudah, dan Engkau menjadikan kesedihan itu kemudahan sesuai dengan kehendak-Mu”. (HR. Ibnu Hibban)


Ketika menimpa suatu kesulitan beliau membaca:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ


“ Tidak ada sembahan melainkan Allah yang Mahaagung dan Maha Pemurah, tidak ada sembahan melainkan Allah Tuhan ‘arasy yang agung, tidak ada sembahan melainkan Allah Tuhan arasy yang mulia”. (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas)


Apabila takut kepada suatu golongan beliau membaca:


اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ


“ Ya Allah sesungguhnya kami menjadikanmu di atas dada mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka”. (HR. Abu Daud dan An-Nasai dari Abi Musa)


Ketika suatu perkara mengalahkannya beliau membaca:


حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ


“ Cukuplah bagi kami Allah dan sebaik-baiknya tempat berserah”. (HR. Bukhari)


Ketika terjadi amarah beliau berdoa:


أَعُوْذَ بِا للهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرَجِيْمِ


“ Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”. (HR. Bukhari Muslim dari Sulaiman bin Shardi)


Maka berwudhulah dan duduk jika dalam keadaan berdiri, dan jika dalam keadaan duduk maka berbaringlah.


Apabila tertimpa sesuatu yang tidak ia inginkan, maka ucapkanlah:


قَدَرَ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلََ

“ Allah telah menakdirkannya dan dia berbuat apa yang dia kehendaki”. (HR. Muslim dari Abi Hurairah)


اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“ Ya Allah selamatkanlah aku dari musibahku ini, dan gantilah yang lebih baik darinya”. (HR. Muslim dari Ummu Salamah).


Apabila mengalmi rasa sakit di tubuhnya: letakanlah tangannya di tempat dia merasakan sakit , dan ucapkanlah: “Bismillah” (dengan nama Allah) sebanyak 3kali, dan ucapkanlah:

أَعُوْذَ بِِاللهِ وَقُدْرَتُهُ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَ أُحَاذِ رُ ِ

” Aku berlindung kepada Allah dengan kekuasaannya dari kejahatan yang aku dapati dan aku waspadai ” sebanyak 7 kali. (HR. Muslim dari Utsman bin Abi Ash).


Doa untuk menyembuhkan orang sakit, Usaplah dengan tangan kanannya sambil berdoa:


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا


“ Ya Allah Tuhan sekalian manusia hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi” . (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah). Kemudian diteruskan dengan membaca Al-fatihah.

Ketika menjenguk orang sakit, ucapkanlah:

لاَ بَأْسَ طَهُوْرُ اِنْ شَاءَ اللهِ

“ Tidak apa-apa semoga penyakit ini menjadi pembersih dari dosa-dosa insya Allah”. (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas) mohonkanlah kepada-Nya sebanyak tujuh kali:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“ aku memohon kepada Allah yang Mahabesar, Tuhan yang mempunyai ‘arasy yang besar, semoga Allah menyembuhkanmu”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Ketika mendatangi (orang yang akan mati), Ajarkanlah dia dengan kalimat yang lembut: “La ilha illa Allah” (tidak ada sembahan melainkan Allah), lalu memejamkan matanya sambil berdoa:

اللّهُمَ اغْفِرْ لِفُلاَنِ ، وَارْفَعْ دَرَاجَتَهُ فِي المَهْدِيِيْنَ ، وَ اخْلَفْهُ فِي عُقْبِهِ فِي الغَا بِرِيْنَ ، وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ يَا رَبَ العَالَمِيْنَ ، وَأفْسَحْ فِي قَبْرِهِ وَنُوْرَ لَهُ فِيْهِ

“ Ya Allah ampunilah si fulan, angkatlah derajatnya ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk, gantikanlah sikasaannya dengan pahala kebaikan dimasa hidupnya, ampunilah kami dan dia wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kuburannya, dan terangilah dia di dalamnya”. (HR. Muslim dari Ummu Salamah).


Ta’ziyah (berbela sungkawa) kepada seorang Muslim dengan mengucapkan:

اِنَ اللهَ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَي وَكُلَ شَيْئً عِنْدَهُ بِأَجْلِ مُسَمَى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“ Sesungguhnya kepunyaan Allahlah segala apa yang Dia ambil dan Dia berikan, dan segala sesuatu yang ada di sisi-Nya memiliki waktu yang terbatas, maka bersabarlah dan bermuhasabahlah kalian”. (HR. Bukhari Muslim dari Usamah bin Zaid)


Doa ketika berziarah kubur, mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أََهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

“ Salam sejahtera semoga terlimpahkan atas kalian wahai penghuni perkampungan orang-orang mukmin dan muslim, dan sesungguhnya kami pun akan menyusul kalian jika Allah SWT berhendak, kami memohon kepada Allah kebaikan bagi kami dan kalian”. (HR. Muslim dari Buraidah)


Doa ketika angin berhembus, mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِِهِ

“ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang terkandung di dalamnya dan kebaikan apa yang Engkau utus bersamanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang terkandung di dalamnya dan kejelekan apa yang Engkau lepaskan bersamanya”. (HR. Muslim dari Aisyah)


Doa ketika terjadi gerhana Matahari atau Bulan, mengucapkan:

فَادْعُوْ اللهَ وَكَبَرُوا وَصَلُوْا وَتَصَدَقُوْا

“ Maka berdoalah kalian kepada Allah SWT, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah kalian”. (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah)


Doa ketika ada yang bersin, mengucapkan:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Apabila salah seroang diantara kalian bersin maka ucapkanlah: “segala puji bagi Allah, maka jawablah oleh teman disampingnya dengan ucapan semoga Allah memberikan kasih sayang kepadamu, dan dijawab lagi oleh orang yang bersin tadi dengan ucapan semoga Allah memberikan petunjuk dan kebaikan dengan kesungguhan kita”. (HR. Bukhari dari Abi Hurairah)

Doa diantara Ruknul Yamani dan Hajar Aswad:

Rasulullah saw. pernah berdoa ketika berada diantara ruknul yamani dan hajar aswad:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (HR. Abu Daud dan Ahmad)


Dzikir ketika berdiri di atas bukit Shafâ dan Marwah:


Berkata Jabir r.a. ia berkata tentang sifat haji Nabi saw. yaitu ketika sudah dekat bukit Shafâ beliau membaca:

“ Sesungguhnya Shafâ dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar-syiar Allah”. (Al-Baqarah [2]: 158).


(“ Mulailah sesuai dengan apa yang Allah mulakan dengannya”), maka beliau mula dengan bukit shafâ lalu beliau menaikinya, sehingga tatkala beliau melihat Baitullah beliau menghadap kiblat, lalu mengesakan Allah dan bertakbir sambil mengucapkan: “ Tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, kepunyaannyalah kerajaan dan pujian dan dia berkuasa atas segala sesuatu, tidak ada sembahan melainkan Allah yang Esa yang menepati janjinya, menolong hambanya, mengalahkan kelompok musuh dengan kekuasaan-Nya”. Kemudian beliau berdoa diantara itu, berdoa seperti doa diatas sebanyak tiga kali. Dan beliau melakukan hal itu juga ketika di atas bukit Marwah. (HR. Muslim)


Ketika di Masyari Haram, berkata Jabir r.a.: “ Sesungguhnya Nabi saw. menunggangi qusha sehingga ketika sampai di masyaril haram beliau menghadap kiblat, lalu beliau berdoa kepada-Nya, bertakbir, bertahlil, dan mengesakannya. Beliau terus berdiri sampai Matahari tenggelam, dan beliau pulang sebelum terbit Matahari. (HR. Muslim)


Doa ketika melempar jumrah disertai dengan jumlah (bilangan) setiap batu:


Rasulullah saw. bertakbir setiap melemparkan batu ketika jumrah yang tiga, kemudian beliau maju kedepan, berdiri menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangannya dan berdoa setelah jumrah yang pertama dan yang kedua. Adapun ketika jumrah aqabah beliau bertakbir setiap melemparkan batu kemudian pulang dan tidak berdiri disana. (HR. Bukhari)

Takbir ketika melewati Hajar Aswad:

Nabi Muhammad saw. thawaf di Baitullah dengan menunggangi unta, setiap kali melewati hajar aswad beliau berisyarat kepada-Nya dengan sesuatu dan bertakbir. (HR. Bukhari)


Dzikir haji yang dilakukan berulang-ulang, dari mulai ihram sampai berakhir:


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ


” aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”. (HR. Bukhari Muslim). Bacaan ini diucapkan dalam haji dan umrah.


Yang diucapkan muslim ketika saudaranya memujinya, Rasulullah saw bersabda:


إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلَانًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ كَذَا وَكَذَا


“ Keharusan apabila salah seorang diantara kalian memuji saudaranya hendaklah dia mengatakan: aku menilai si fulan dan Allah yang menilainya dan aku tidak mensucikan seseorang melebihi kepada Allah, aku menilainya – jika dia mengetahui hal itu- seperti ini dan seperti ini”. (HR. Muslim 4/2296)


Doa untuk mengalahkan musuh:


اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ


“ Ya Allah yang menurunkan Al-Quran dan yang maha cepat perhitungannya, kalahkanlah golongan-golongan itu, kalahkanlah mereka dan goncangkanlah mereka”. (HR. Muslim)


Yang diucapkan ketika takut kepada satu kaum:


اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ


“ Ya Allah tutupilah akan pandangan mereka dariku sesuai dengan kehendakmu”. (HR. Muslim)


Ketika merasa diri ketakutan:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ : “ Tidak ada sembahan melainkan Allah”. (HR. Bukhari Muslim)


Ketika menyembelih binatang ternak:


بِسْمِ اللهِ وَ اللهُ أَكْبَرٌ، اللّهُمَ مِنْكَ وَلَكَ اللّهُمَ تَقَبَلْ مِنِي


“ Dengan nama Allah, Dialah Allah yang Mahabesar. Ya Allah kepadamulah dan untukmulah kami menyembah, Ya Allah terimalah amal perbuatan kami’. (HR. Muslim dan Baihaqi)


Dzikir orang yang memelihara dirinya dari dajjal:


مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ


“ Barangsiapa yang menjaga sepuluh ayat dari permulaan surat al-kahfi dia terjaga dari dajjal”. (HR. Muslim)


Dan memohon perlindunganlah kepada Allah SWT dari cobaannya setelah tasyahud akhir dari setiap shalat.


Doa bagi orang yang memberikan hartanya kepada kalian:


بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَ مَالِكَ


“ Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu”. (HR. Bukhari)


Doa melihat orang yang sedang ditimpa musibah:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا


“ Segala puji bagi Allah yang telah menjagaku dari apa-apa yang kamu alami dari ujian-Nya, dan melebihkanku atas kebanyakan dari ciptaannya”. (HR. At-Tirmidzi)


Doa bagi orang yang mengatakan aku mencintaimu karena Allah:


أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي فِيهِ


“ Aku mencintaimu karena Engkau mencintaiku karena Allah”. (HR. Abu Daud)


Doa bagi orang yang meminjamkan uang ketika orang lain membutuhkan:


بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَ مَالِكَ ، اِنَمَا جَزَاءُ السَلَفَ الحَمْدُ وَ الأَدَاءُ


“ Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu, tiada lain balasan yang terdahulu adalah pujian dan pemenuhan (pelunasan)”. (HR. Ibnu Majah)


Doa melunasi hutang:


اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


“ Ya Allah cukupkanlah aku dengan perkara-perkara yang Engkau halalkan dari perkara-perkara yang telah Engkau haramkan, dan cukupkanlah kepemilikanku atas karunia-Mu dan bukan dari selain-Mu”. (HR. At-Tirmidzi)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ


“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, dari kelemahan dan rasa malas, dari kekikiran dan ketakutan, dan dari terbelit hutang dan ejekan orang”. (HR. Bukhari)


Doa rasa takut terjerumus kedalam perbuatan syirik:


اللّهُمَ إِنِي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَشْرَكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمَهُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمَهُ


“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu pada apa-apa yang tidak aku ketahui”. (HR. Imam Ahmad)


Doa ketidaksukaan dari perbuatan ramalan orang:


اللّهُمَ لاَ طَيْرَ إِلاَ طَيْرُكَ ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَ خَيْرُكَ ، وَلاَ اِلَهَ غَيْرُكَ


“ Ya Allah tiada ramalan melainkan ramalan-Mu, dan tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, dan tidak ada sembahan selain Engkau”. (HR. Imam Ahmad)



Doa yang diucapkan orang yang sedang sakaratul maut:


اللّهُمَ اغْفِرْلِي وَ ارْحَمْنِي وَ اَلْحِقْنِي بِالرَفِيْقِ الأَعْلََي


“ Ya Allah ampunilah aku dan kasihanilah aku dan pertemukanlah aku dengan yang Maha penyayang dan Maha tinggi“. (HR. Bukhari Muslim)


Dari Aisyah r.a. ia berkata: “ Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. mulai memasukan kedua tangannya ke dalam ai,r kemudian mengusapkan kewajahnya sambil mengucapkan:


لاََ اِلَهَ اِلَا اللهِ ، اِنَ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتِ


“ Tidak ada sembahan melainkan Allah, sesungguhnya seseorang yang akan meninggal didahului dengan sakaratul maut”. (HR. Bukhari)


Mengajarkan orang yang sedang menjemput ajalnya:


مَنْ كَانَ اَخِرُ كَلاَمِهِ لاَََ اِلَهَ اِلَا اللهِ دَخَلَ الجَنَةُ


“ Barang siapa yang di akhir ajalnya keluar ucapan “la ilaha ill Allah” dari lidahnya, pasti dia akan masuk surga”. (HR. Abu Daud)


Dzikir orang yang terkena musibah:


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ عَلَيَّ بِخَيْرٍ مِنْهَا


“ Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali, Ya Allah selamatkanlah aku dari musibah ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik”. (HR. Muslim)


Doa Memejamkan mata orang yang meninggal:


اللّهُمَ اغْفِرْ لِفُلاَنِ ، وَارْفَعْ دَرَاجَتَهُ فِي المَهْدِيِيْنَ ، وَ اخْلَفْهُ فِي عُقْبِهِ فِي الغَا بِرِيْنَ ، وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ يَا رَبَ العَالَمِيْنَ ، وَأفْسَحْ فِي قَبْرِهِ وَنُوْرَ لَهُ فِيْهِ


“ Ya Allah ampunilah si fulan, angkatlah derajatnya dalam golongan orang-orang yang mendapat hidayah, gantikanlah dia dengan genenerasi berikutnya, dan ampunilah kami serta dia wahai Allah sekalian alam, lapangkanlah kuburnya, dan terangilah tempatnya dalam kubur”. (HR. Muslim)


Doa untuk mayit ketika menyalatinya:


اللّهُمَ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهً بِالمَاءِ وَ الثَلْجِ وَ البَرَدِ وَنَقَهُ مِنْ الخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَنَسِ وَ اَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَاِرِه و َأهَلْاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوِْجِهِ وَ أَدْخِلْهُ الجَنَةُ وَ أَعِذُه ُمِنْ عَذَابِ القَبْرِ


“ Ya Allah ampunilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah kedatangannya, lapangkanlah tempatnya, basuhlah ia dengan air es dan embun, bersihkanlah dari dosa-dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran, gantikan bagi-Nya rumah yang lebih baik dari rumahnya dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya di dunia, suami (istri) yang lebih baik dari suaminya (istri) di dunia, masukan dia ke dalam surga, hindarkanlah dia dari siksa kubur dan siksa neraka”. (HR. Muslim)


اللّهُمَ اغْفِرْلِحَيْنَا وَ مَيِتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيْرِنَا وَ كَبِيْرِنَا ، وَ ذَكَرِنَا وَ أَنْثَانَا ، اللّهُمَ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَا فَأَحْيَهُ عَلَي الاِسْلاَمِ. وَمَنْ تَوَفَيْتُهُ مِنَا فَتَوَفَهُ عَلَي الاِيْمَانِ ، اللّهُمَ لاَ تُحْرِمْنًا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلُنَا بَعْدَهُ.


“ Ya Allah ampunilah bagi orang yang masih hidup dan yang mati, yang kecil dan yang besar, laki-laki dan perempuan, yang hadir dan yang tidak hadir. Ya Allah, siapa yang hidup dari kami hidupkan ia dalam Islam, dan siapa yang kau matikan, matikan ia dalam iman. Ya Allah, janganlah engkau menahan kami dari pahalanya, dan menyesatkan kami setelahnya”. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)


Dzikir memasukan mayit ke dalam kubur:


بِسْمِ اللهِ وَعَلَي سُنَةَ رَسُوْلِ اللهِ


“ Dengan nama Allah dan atas sunnah Rasulullah saw.”. (HR. Abu Daud)


Dzikir-dzikir kegundahan dan kesedihan:


اللّهُمَ إِنِي عَبْدُكَ اِبْنُ عَبْدِكَ اِبْنُ أُمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضِ فِي حُكْمِكَ ، عَدْلُ فِي قَضَاؤكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِ اِسْمُ هُوَ لَكَ ، سُمِيَتْ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتُهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ عَلَمْتُهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ اِسْتَأْثَرَتْ بِهِ فِي عِْلمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنُ رَبِيْعَ قَلْبِي ، وَنُوْرُ صَدْرِِي ، وَجَلاَءُ حَزَنِي ، وَذَهَابُ هَمِي . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ


“ Ya Allah sesungguhnya aku adalah hambamu dan putra hambamu dan putra umatmu, ubun-ubunku ada dalam genggamanmu, urusan lalu ada dalam putusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau namai dirimu dengannya, atau Engkau menurunkannya dalam kitabmu atau Engkau mengajarkannnya kepada salah seorang diantara ciptaan-Mu, atau engkau Maha berkuasa dalam hal pengetahuan gaib, Engkau menjadikan al-quran bagaikan bersemi dalam hatiku, cahaya didadaku, penerang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, kelemahan dan rasa malas, kekikiran dan ketakutan, terbelit hutang dan ejekan orang”. (HR. Imam Ahmad)


Apabila seorang hamba tertimpa sesuatu musibah yang tidak ia inginkan, maka ucapkanlah:


قَدَرَ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلََ


“ Allah telah mentakdirkannya dan sesungguhnya Dia berbuat atas apa yang ia kehendaki”.


Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits:


الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ


“ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah dan dalam segala perbuatan itu lebih kebaikan daripada mukmin yang lemah. Dan carilah segala apa yang bermanfaat untukmu, serta minta tolonglah kepada Allah SWT. Dan janganlah kamu merasa tidak berdaya jika sesuatu menimpamu, atau kamu mengatakan kalaulah aku berbuat ini dan itu pasti tidak akan terjadi. Akan tetapi katakanlah, “ Allah telah menakdirkannya dan sesungguhnya Dia berbuat atas apa yang Dia kehendaki”. Maka sesungguhnya kalimat lau akan membuka peluang masuknya setan (mengganggu)”. (HR. Muslim)




Sebagaimana dalam hadits yang lain:


اِنَ اللهَ تَعَالَي يَلُوْمُ عَلَي العِجْزِ، وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالكَيْسِ ، فَاءِذَا غَلَبَكَ أَمْرُ فَقُلْ : حَسْبِيَ اللهُ وَ نِعْمَ الوَكِيْلُ


“ Sesungguhnya Allah SWT mencela kemalasan, dan sebaliknya jadilah kamu seorang yang rajin, maka apabila suatu perkara mengalahkanmu, katakanlah: “ cukuplah bagi kami Allah sebaik-baiknya tempat berserah”. (HR. Abu Daud)


Dzikir-dzikir orang ragu dalam keimanannya:


: يَسْتَعِيُْذُ بِاللهِ“Hendaklah dia berlindung kepada Allah SWT” (HR. Bukhari)


: يَنْتَهِي عَمَا شَكَ فِِيْهِ“Dia berhenti dari hal yang dia ragukan padanya”. (HR. Muslim)


Kemudian ucapkanlah: aku beriman kepada Allah dan rasulnya, dan membaca firman Allah SWT:


uqèd ãA¨rF{$# ãÅzFy$#ur ãÎg»©à9$#ur ß`ÏÛ$t7ø9$#ur ( uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÌÈ


“ Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”. (Al-Hadid [57]: 3)


Doa memohon perlindungan dari syetan:


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ اَلتِي لاَ يُجَاوِزُهُنَ بِرَ وَلاَ فَاجِرِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ


“ Aku berlindung dengan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang Maha sempurna, yang tidak melebihi batas antara kebaikan dan keburukan dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, dari kejahatan apa-apa yang turun dan naik ke langit, dari kejahatan apa-apa yang tumbuh dan keluar dari bumi, dari kejahatan ujian malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang berjalan kecuali dia berjalan membawa kebaikan wahai Allah”. (HR. Ahmad)


Yang diucapkan orang yang takut pandangan kedua matanya menjadi musibah bagi orang lain, tercantum dalam sebuah hadts:


إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ نَفْسِهِ وَأَخِيْهِ اَوْ مَالِهِ مَا يُعَجَبُهُ فَلْيَدَعْ بِالبَرَكَةِ فَإِنَ العَيْنَ حَقُ


“ Apabila salah seorang di antara kalian melihat dalam dirinya, dan dalam diri saudaranya atau hartanya dari sesuatu yang mengagumkannya, maka berdoalah kepada Allah SWT memohon keberkahannya, karena sesungguhnya mata itu punya hak”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Malik)


Yang dilakukan dan dikatakan orang yang melakukan dosa besar atau kecil, Rasulullah saw. bersabda:


مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ


“ Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa lalu ia membaguskan bersucinya dan bangkit untuk shalat kemudiqan memohon ampunan kepada Allah kecuali Allah akan mengampuni dosanya”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)


Dzikir orang yang menerima suatu urusan yang mengembirakannya atau membencinya:


Apabila Rasulullah saw. menerima urusan yang menggembirakannya beliau mengucapkan:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ


“ Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sempurnalah amal sholeh”. Dan apabila beliau menerima urusan yang dibenci beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan”. (HR. Hakim)


Doa yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang mengagumkan dan mengembirakan: “ Subhana Allah, Allahu Akbar”. (Mahasuci Allah, Allah Mahabesar).


Doa yang dilakukan ketika menerima urusan yang menggembirakan:


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى


“ Bahwasannya Nabi Muhamad saw. apabila menerima urusan yang memudahkannya atau menggembirakannya beliau melakukan sujud dari kesyukuran kepada Allah SWT “. (HR. Ahlus-sunnah kecuali An-Nasai)