DP BBM Selamat Hari Lebaran / Idul Fitri tahun 2016 1437 H

DP BBM Selamat Hari Lebaran / Idul Fitri terbaru - Sebelumnya wawanislam mengucapkan minal aidzin walfa idzin mohon maaf lahir dan batin, selamat hati raya idul fitri 1437 H bagi teman teman yang beragama muslim. Bagi anda yang ingin mengucapkan ucapan selamat hari raya kepada teman anda, saudara anda, keluarga anda, pasangan anda. Kami memliki beberapa contoh display picture bbm hari raya 1437 h terbaru tentunya. Dan beberapa gambar dp bbm dibawah ini merupakan beberapa contoh gambar yang lucu, bergerak dan juga keren tentunya.

Langsung saja kita simak informasi terbaru dari kami seputar DP BBM Selamat Hari Lebaran / Idul Fitri Terbaru selengkapnya dibawah ini:

DP BBM Selamat Hari Lebaran / Idul Fitri tahun 2016 1437 H

Nah, kami rasa seperti itulah tips ataupun informasi terbaru yang bisa kami berikan untuk anda semua tentang Kumpulan DP BBM Ucapan Idul Fitri 1437 H Bergerak 2016 Terbaru, semoga info diatas bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih telah mengunjungi blog ini

DP BBM THR Lucu Terbaru 2016

DP BBM THR Lucu Terbaru - Pengguna handphone Blackberry memang saat ini sedikit menurut mengingat adanya aplikasi Blackberry yang bisa masuk di Android. BBM memang menjadi salah satu komunikasi yang paling banyak pengganti SMS. Dengan BBM inilah Koleksi DP BBM THR Tahun ini bisa di share kepada teman atau keluarga anda.

Kumpulan DP BBM THR Lucu Animasi memang saat ini sangat ramai di cari oleh pengguna handphone terutama yang sudah menggunakan aplikasi Blackberry Messenger (BBM). Konsumen memanfaat kecanggihan teknologi guna untuk mengungkapkan keluhan termasuk terlambatnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum masuk di rekening. Dengan adanya BBM ini banyak orang yang share mengganti Display Gambarnya menggunakan DP BBM THR.

Banyak sekali Kumpulan DP BBM THR 2016 yang bisa anda pajang di Display Picture BBM anda. Di sini kami memberikan 10 Gambar DP BBM THR Animasi dan DP BBM THR Gambar Lucu buat anda semuanya. Tidak ada salahnya jika anda men-Download Kumpulan DP BBM THR Animasi Gif Gambar Bergerak Lucu dan Terbaru 2016 khusus buat anda.

Itulah 20 DP BBM THR Gambar Animasi Bergerak Terbaru 2016 yang bisa anda download sekarang Juga. Jika anda ingin gambar DP BBM yang unik dan lucu tentang apa saja termasuk DP BBM Ucapan Selamat Idul Fitri 2016 bisa anda dapatkan sekarang juga di sini.terima kasih mengunjungi blog saya

Ucapan Idul Fitri menurut Islam yang Benar

Apa yang mesti kita ucapkan ketika bertemu saudara kita di hari raya Idul Fitri? Adakah ucapan khusus yang diajarkan?

Ucapan idul fitri yang benar dalam islam
Ucapan Idul Fitri menurut Islam yang Benar

Taqobbalallahu minna wa minkum

Perlu diketahui bahwa telah terdapat berbagai riwayat dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum bahwa mereka biasa mengucapkan selamat di hari raya di antara mereka dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.[1]

Imam Ahmad rahimahullah berkata,

وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka”.

وَقَالَ حَرْبٌ : سُئِلَ أَحْمَدُ عَنْ قَوْلِ النَّاسِ فِي الْعِيدَيْنِ تَقَبَّلَ اللَّهُ وَمِنْكُمْ .قَالَ : لَا بَأْسَ بِهِ ، يَرْوِيه أَهْلُ الشَّامِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قِيلَ : وَوَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ ؟ قَالَ : نَعَمْ .قِيلَ : فَلَا تُكْرَهُ أَنْ يُقَالَ هَذَا يَوْمَ الْعِيدِ .قَالَ : لَا .
Salah seorang ulama, Harb mengatakan, “Imam Ahmad pernah ditanya mengenai apa yang mesti diucapkan di hari raya ‘ied (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha), apakah dengan ucapan, ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’?” Imam Ahmad menjawab, “Tidak mengapa mengucapkan seperti itu.” Kisah tadi diriwayatkan oleh penduduk Syam dari Abu Umamah.

Ada pula yang mengatakan, “Apakah Watsilah bin Al Asqo’ juga berpendapat demikian?” Imam Ahmad berkata, “Betul demikian.” Ada pula yang mengatakan, “Mengucapkan semacam tadi tidaklah dimakruhkan pada hari raya ‘ied.” Imam Ahmad mengatakan, “Iya betul sekali, tidak dimakruhkan.”

وَذَكَرَ ابْنُ عَقِيلٍ فِي تَهْنِئَةِ الْعِيدِ أَحَادِيثَ ، مِنْهَا ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ زِيَادٍ ، قَالَ : كُنْت مَعَ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ وَغَيْرِهِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانُوا إذَا رَجَعُوا مِنْ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لَبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك .وَقَالَ أَحْمَدُ : إسْنَادُ حَدِيثِ أَبِي أُمَامَةَ إسْنَادٌ جَيِّدٌ .
Ibnu ‘Aqil menceritakan beberapa hadits mengenai ucapan selamat di hari raya ‘ied. Di antara hadits tersebut adalah dari Muhammad bin Ziyad, ia berkata, “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya. Jika mereka kembali dari ‘ied (yakni shalat ‘ied, pen), satu sama lain di antara mereka mengucapkan, ‘Taqobbalallahu minna wa minka” Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad riwayat Abu Umamah ini jayyid.

‘Ali bin Tsabit berkata, “Aku pernah menanyakan pada Malik bin Anas sejak 35 tahun yang lalu.” Ia berkata, “Ucapan selamat semacam ini tidak dikenal di Madinah.”

Diriwayatkan dari Ahmad bahwasanya beliau berkata, “Aku tidak mendahului dalam mengucapkan selamat (hari raya) pada seorang pun. Namun jika ada yang mengucapkan selamat padaku, aku pun akan membalasnya.” Demikian berbagai nukilan riwayat sebagaimana kami kutip dari Al Mughni[2].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘ied seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu ‘alaika” dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya”. Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).”[3]

Selamat Hari Raya

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat hari raya? Lalu adakah ucapan tertentu kala itu?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Ucapan selamat ketika hari raya ‘ied dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).”[4]

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa hukum jabat tangan, saling berpelukan dan saling mengucapkann selamat setelah shalat ‘ied?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Perbuatan itu semua dibolehkan. Karena orang-orang tidaklah menjadikannya sebagai ibadah dan bentuk pendekatan diri pada Allah. Ini hanyalah dilakukan dalam rangka ‘adat (kebiasaan), memuliakan dan penghormatan. Selama itu hanyalah adat (kebiasaan) yang tidak ada dalil yang melarangnya, maka itu asalnya boleh. Sebagaimana para ulama katakan, ‘Hukum asal segala sesuatu adalah boleh. Sedangkan ibadah itu terlarang dilakukan kecuali jika sudah ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya’”[5]

Dari penjelasan di atas, berarti ucapan selamat hari raya itu bebas, bisa dengan ucapan “Selamat Hari Raya”, “Taqobbalallahu minna wa minkum” dan lainnya. Ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” pun tidak dikhususkan saat Idul Fithri, ketika Idul Adha dianjurkan ucapan semacam ini sebagaimana kita dapat melihat dalam penjelasan berbagai riwayat di atas.

Mohon Maaf Lahir Batin

Satu catatan pula yang mesti diperhatikan, tidak ada pengkhususan di Idul Fithri untuk saling maaf memaafkan. Semacam sering kita dengar tersebar ucapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” saat Idul Fithri. Seolah-olah saat Idul Fithri hanya khusus dengan ucapan semacam itu. Ini sungguh salah kaprah. Idul Fithri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Waktu untuk saling memohon maaf itu luas. Ketika berbuat salah, langsung meminta maaf, itulah yang tepat. Tidak mesti di saat Idul Fithri. Karena jika dikhususkan seperti ini harus butuh dalil dari Al Qur’an dan Al Hadits. Buktinya, tidak ada satu dalil yang menunjukkan seperti ini.

Minal ‘Aidin wal Faizin

Satu ucapan lagi yang keliru saat Idul Fithri, yakni ucapan “Minal ‘Aidin wal Faizin”. Ucapan ini dari segi makna kurang bagus. Arti dari ucapan tersebut adalah “Kita kembali dan meraih kemenangan”. Ini suatu kalimat yang rancu. Kita mau kembali ke mana? Apa pada ketaatan atau maksiat? Jika mengandung dua makna seperti ini hendaknya ditinggalkan. Karena bisa jadi orang memahami yang dimaksud adalah kita kembali pada maksiat. Artinya, ibadah hanya di bulan Ramadhan saja, setelah itu sah-sah saja untuk maksiat, sah-sah saja untuk tinggalkan shalat dan ibadah wajib lainnya. Akibat ucapan keliru, berujung pada amalan yang keliru.

Satu hal lagi yang mesti dipahami, makna “Minal ‘Aidin wal Faizin” adalah sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Dan bukan maknanya adalah “Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Setiap kali ada yang ucapkan “Minal ‘Aidin wal Faizin” lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Dikira artinya adalah kalimat selanjutnya. Ini sungguh keliru. Ini pemahaman orang yang tidak paham bahasa Arab. Semestinya hal ini diluruskan. Makna kalimat “Minal ‘Aidin wal Faizin” adalah “Kita kembali dan meraih kemenangan”. Namun sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru. Sehingga sudah sepantasnya kita hindari. Ucapan yang lebih baik adalah sebagaimana telah dikemukakan di awal tulisan dan dicontohkan langsung oleh para sahabat, yakni “Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian)”.

10 Artis Hollywood Beragama Islam

10 Artis Hollywood Beragama Islam
Artis-artis dari hollywood yang agama islam - Agama Islam pada dasarnya merupakan agama yang mengajarkan perdamaian dan kasih sayang, meski ada pula beberapa penganut fanatik yang percaya bahwa kekerasan merupakan satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah atau perbedaan yang ada. Muslim sendiri datang dengan berbagai bentuk dan tradisi, mengingat Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia.
Nah, bagi Anda yang belum tahu, berikut adalah daftar beberapa artis dan selebritis Hollywood yang beragama Islam.

1. Shaquille O’Neal

Shaquille O'Neal
Shaquille O’Neal
O’Neal tidak lahir sebagai seorang Muslim. Nama depan dan nama tengahnya, Shaquille Rashaun, jika diterjemahkan dalam bahasa Arab memiliki arti ‘prajurit kecil’. Pada tahun 2010, pebasket NBA ternama ini mengumumkan pada publik bahwa ia adalah seorang yang beragama Islam, sembari membeberkan rencananya untuk melakukan perjalanan haji ke Mekkah.
Atlet sekaligus bintang Hollywood yang beragama Islam ini adalah pensiunan pemain bola basket profesional Amerika dan kini berprofesi sebagai seorang analis pada program televisi dalam NBA. O’Neal adalah salah satu pemain terberat yang pernah bermain di NBA, dengan berat 147 kg.

2. Akon

Akon
Akon
Penanyi terkenal ini lahir dengan nama Aliaune Damala Akon Thiam, mengaku sebagai artis Hollywood yang beragama Islam dan seorang yang amat religius. Rapper yang terkenal dengan tembang ‘Sorry, Blame It On Me’ ini bahkan sempat meneriakkan kata ‘Allah’ dalam salah satu lagunya yang berjudul ‘Senegal’. Artis berusia 42 tahun ini adalah artis solo pertama yang menduduki ranking pertama dan kedua secara bersamaan di Billboard Hot 100 selama dua chart. Dia terdaftar oleh Guinness Book of World Records sebagai number 1 artis dengan penjualan nada dering terbesar di dunia.

3. T-Pain

T-Pain
T-Pain
Faheem Rashad Najm atau lebih dikenal dengan nama T-Pain, dibesarkan di sebuah lingkungan yang amat kental dengan budaya dan tradisi muslim, sebelum akhirnya tumbuh menjadi rapper terkenal. Meski ada banyak orang yang mempertanyakan kepercayaan dan sisi religius yang bersangkutan, T-Pain ngotot bahwa ia masih seorang artis Hollywood yang beragama Islam hingga saat ini.
Sepanjang karirnya sebagai penyanyi, T-Pain dikenal suka menggunakan dan mempopulerkan efek koreksi pitch Auto-Tune. Selain aktif dalam dunia musik, T-Pain juga pernah membintangi beberapa film seperti Freaknik: The Musical (2010), Lottery Ticket (2010), dan Furious 7 (2015).

4. Mike Tyson

Mike Tyson
Mike Tyson
Petinju yang dikenal dengan julukan leher beton ini memutuskan untuk mengubah agamanya ketika sedang mengalami salah satu momen tersulit dalam hidupnya. Mike Tyson, mantan juara dunia tinju, mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz dan masuk Islam ketika ia sedang dipenjara karena terlilit hutang dan juga terjerat kasus penganiayaan.
Mike menyandang gelar sebagai petinju termuda di dunia yang memenangkan WBC, WBA dan IBF kelas berat pada umur 20 tahun, 4 bulan, dan 22 hari. Di tahun 2009, dia juga berperan dalam sebuah film The Hangover.

5. Kareem Abdul-Jabbar

Kareem Abdul-Jabbar
Kareem Abdul-Jabbar
Kareem Abdul-Jabbar mungkin merupakan salah satu center terhebat dalam sejarah NBA dan bola basket dunia yang juga seorang muslim. Abdul-Jabbar mengubah namanya dari Ferdinand Lewis Alcindor Jr usai memutuskan memeluk agama Islam. Setelah pensiun pada tahun 1989, Abdul Jabbar menyandang gelar all-time leader dalam mencetak poin di NBA (38.387). Pada tahun 2012, Abdul Jabbar terpilih oleh Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk menjadi duta budaya global yang ada di AS.

6. Busta Ryhmes

Busta Ryhmes
Busta Ryhmes
Busta Rhymes juga merupakan salah satu artis Hollywood yang beragama Islam. Namun demikian, salah satu lagunya yang berjudul ‘Arab Money’ mendapatkan banyak respon dan kritik negatif dari komunitas muslim yang ada di Inggris dan Amerika Serikat, serta di seluruh dunia.

7. Malcom X

Malcom X
Malcom X
Malcom X merupakan seorang tokoh yang dikenal dengan perjuangan kerasnya dalam memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam di Amerika Serikat. Ia juga dikenal sebagai seorang nasionalis kulit hitam yang beragama Islam. Ia merupakan pemimpin Nation of Islam, sebelum akhirnya dibunuh pada tahun 1965.

8. Muhammad Ali

Muhammad Ali
Muhammad Ali
Muhammad Ali alias ‘Yang Terhebat’ merupakan salah satu orang terkenal pertama di Amerika Serikat yang diketahui merupakan seorang muslim. Usai memutuskan meninggalkan Kekristenan dan memeluk agama Islam, Ali tidak takut mengekspos kepercayaannya tersebut ke publik sebelum akhirnya menjadi salah satu petinju paling terkenal di sepanjang sejarah dunia.

9. Janet Jackson

Janet Jackson
Janet Jackson
Janet Jackson mulai menjadi artis Hollywood yang beragama Islam pada tahun 2013, usai ia resmi menikahi suaminya, seorang milyuner bernama Wissam al Mana. Rumor yang beredar mengatakan bahwa kepercayaannya tersebut membuat sang artis terpaksa harus mundur dari dunia hiburan. Sang saudara kandung, Jermaine Jackson, memeluk agama Islam beberapa tahun sebelumnya, dan juga ada spekulasi yang mengatakan bahwa almarhum Michael Jackson meninggal dalam kondisi sebagai seorang muslim.

10. Iman Mohamed Abdulmajid

Iman Mohamed Abdulmajid
Iman Mohamed Abdulmajid
Iman Mohamed Abdulmajid. Model profesional ini lahir pada tanggal 25 Juli 1955 dan dikenal dengan nama panggilan Iman. Ia adalah seorang Amerika keturunan Somalia, yang tidak hanya dikenal dengan lenggak-lenggoknya di atas catwalk, namun juga diakui sebagai seorang aktris dan pengusaha. Iman bergerak di bidang kosmetik dan juga sudah beberapa kali menggelar kegiatan amal.
Iman diidentifikasi oleh media Amerika Serikat sebagai seorang artis yang beragama muslim, namun tidak mempraktekkan ritual agama Islam dan kini masih berstatus istri sah dari penyanyi terkenal David Bowie.

Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Fitri Lengkap

Ada beberapa adab-adab dan sunah yang bisa mendapatkan amal jika dilakukan. Baik sebelum sholat Id maupun setelahnya. Diantara sunnah itu antara lain mandi. Mandi sebelum shalat Idul Fitri disunnahkan sebgaimana riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i.

Sunnah lain yang sering dilakukan adalah makan sebelum berangkat sholat. Berjalan kaki menuju tanah lapang. Melewati jalan pulang yang berbeda dengan jalan saat berangkat.

Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Fitri Lengkap

Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Fitri

1. Mandi Dahulu Sebelum Shalat ‘Ied
Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa Abdullah
Ibnu Umar ra mandi pada Hari Fithri sebelum berangkat.
Dalil yang paling kuat tentang
kesunahan mandi di 2 hari raya adalah riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i
tentang seseorang yang pernah bertanya kepada Ali ra tentang mandi, ia
menjawab,
“Mandilah setiap hari jika engkau mengehendakinya.” Kata orang itu,
”Bukan itu yang kumaksud, tapi mandi yang memang mandi (dianjurkan).
Ali menjawab , ”Hari Jum’at, Hari Arafah, Hari Nahr dan hari Fitri.
Ibnu Qudamah mengatakan bahwa karena hari Ied adalah hari berkumpulnya kaum muslimin untuk
shalat, maka ia disunnahkan untuk mandi sebagaimana hari Jum’at.

2. Disunnahkan Memakai Minyak Wangi
(bagi laki-laki) dan Bersiwak (gosok gigi)
Sebagaimana hal ini dianjurkan ketika mendatangi shalat Jum’at, yaitu
berdasarkan hadits Ibnu Abbas Nabi saw telah bersabda pada suatu hari
Jum’at:
“Sesungguhnya hari ini adalah hari Ied yang telah ditetapkan oleh Allah untuk
orang-orang Islam, maka barang siapa yang mendatangi Jum’at hendaknya ia mandi, jika ia memiliki minyak wangi
maka hendaknya ia mengolesinya, dan
hendaknya kalian semua bersiwak.” (HR Ibnu Majah)

3. Mengenakan Pakaian yang Paling Bagus, bukan yang Paling Baru.
Berdasarkan hadits Ibnu Umar ra ia
berkata:
“Umar mengambil sebuah jubah dari sutera yang dibeli dari pasar, kemudian
ia membawanya kepada Rasulullah saw dan berkata
“Wahai Rasulullah berhiaslah Anda dengan mengenakan ini ketika Ied dan ketika menjadi duta.”
Rasulullah saw bersabda,” Pakaian ini hanya untuk orang yang tidak punya bagian (di akhirat, maksudnya orang
kafir, pent).” (Muttafaq alaih).

4. Disunnahkan Makan Kurma (atau kue-kue) Sebelum Berangkat Shalat ‘Iedul Fitri.
Sebelum melakukan shalat Iedul fitri dianjurkan agar makan kurma atau makanan ringan terlebih dahulu, dan lebih utama jika dalam
jumlah ganjil, sedangkan dalam shalat Iedul adha sebaliknya tidak dianjurkan
makan dulu.
Diriwayatkan dari Buraidah ra: “ Rasulullah tidak keluar pada hari Iedul fitri sehingga makan, dan tidak makan
pada hari Iedul adha sehingga beliau menyembelih qurban.”(HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

5. Berjalan kaki dengan tenang dan khusyu’ menuju tempat shalat.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra ia berkata:
“Rasulullah Saw biasa keluar menuju shalat ‘Ied dengan berjalan kaki dan pulang dengan berjalan kaki.(HR. Ibnu Majah)

6. Disunnahkan Shalat ‘Ied di Tanah lapang
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra berkata:
”Bahwasanya Nabi Saw keluar pada hari Iedul Adha dan Iedul fitri menuju
lapangan, dan yang pertama beliau lakukan adalah shalat (shalat Ied).
Setelah selesai shalat dan memberi salam, baginda berdiri menghadap ke
(arah) orang-orang yang masih duduk di tempat shalat mereka masing-masing.
Jika baginda mempunyai hajat yang ingin disampaikan, baginda tuturkannya kepada orang-orang ataupun ada
keperluan lain, maka baginda akan membuat perintah kepada kaum muslimin. Baginda pernah bersabda
dalam salah satu khutbahnya pada Hari Raya: Bersedekahlah kamu!
Bersedekahlah! Bersedekahlah!
Kebanyakan yang memberi sedekah adalah kaum wanita. Kemudian baginda beranjak pergi. (Muttafaq alaih)

7. Dianjurkan agar berbeda jalan ketika berangkat dan pulang shalat ‘Ied.
Sebagaimana hadits Jabir ra ia berkata:
“Adalah Rasulullah saw ketika di hari ‘Ied berbeda jalan (ketika berangkat dan pulang).”(HR. Bukhari)

8. Bertakbir Ketika Berangkat Dengan Suara Keras
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat menunaikan shalat pada hari
raya ‘ied, lalu beliau bertakbir sampai tiba tempat pelaksanaan shalat, bahkan
sampai shalat akan dilaksanakan. Dalam
hadits ini terkandung dalil
disyari’atkannya takbir dengan suara lantang selama perjalanan menuju ke
tempat pelaksanaan sholat. Tidak disyari’atkan takbir dengan suara keras
yang dilakukan bersama-sama. Untuk waktu bertakbir saat Idul Fitri menurut
pendapat yang paling kuat adalah setelah meninggalkan rumah pada pagi harinya.

9. Tidak Melakukan Shalat Sunnat Sebelum dan Sesudah Shalat ‘Ied.
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas ra,
Bahwa Nabi Saw pada hari Iedul Fitri shalat dua rakaat (shalat ‘Ied) dan tidak
shalat sebelum dan sesudahnya, dan bersama beliau ada Bilal.”
Namun jika Shalat Ied dilakukan di Masjid boleh melakukan shalat Tahiyatul
Masjid

10. Tidak Ada Adzan dan Iqamat Dalam Shalat ‘Ied.
Berdasarkan pada hadits Jabir bin Samurah ra ia berkata:”
Aku shalat ‘Ied bersama Rasulullah saw bukan sekali dua kali dengan tanpa adzan dan iqamah.”(HR Muslim).

11. Para Wanita Harus Memakai Hijab dan Dilarang Menggunakan Parfum.
Hadits dari Ummu Athiyah ia berkata;
“Bahwa Nabi Saw memerintahkan kami keluar di Hari Raya Fitri dan Adha. Anak-anak perempuan yang telah mendekati baligh dan para gadis, beliau memerintahkan agar yang sedang haidh menjauh dari tempat shalat. Dan hendaklah mereka menyaksikan kebaikan dan da’wah muslimin.
Aku (Ummi ‘Athiyah) katakan: “Ya Rasulallah, salah satu dari kami tidak ada jilbab? Beliau menjawab: Agar saudarinya memakaikan padanya dari
(salah satu) jilbabnya.” (HR Muslim)

12. Mengucapkan Selamat Hari Raya (Taqabalallahu Minna Wa Minkum)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang mengucapkan selamat
pada hari raya dan beliau menjawab:
“Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘ied, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika
bertemu setelah sholat ‘ied yaitu:
Taqabbalallahu minna wa minka [JIKA
BERTEMU SESEORANG] atau MINKUM
[jika bertemu banyak orang] (semoga Allah menerima amal kami dan kalian)
atau ahaalAllahu ‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan
kebaikan kepadamu) dan semisalnya.”
Telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat Nabi bahwa mereka biasa
melakukan hal tersebut. Imam Ahmad dan lainnya juga membolehkan hal ini.
Imam Ahmad berkata, “Saya tidak akan memulai seseorang dengan ucapan
selamat ‘ied, Namun jika seseorang itu memulai maka saya akan menjawabnya.” Yang demikian itu karena menjawab salam adalah sesuatu yang wajib dan memberikan ucapan bukan termasuk sunah yang diperintahkan dan juga tidak ada larangannya. Barangsiapa yang melakukannya maka ada contohnya dan bagi yang tidak mengerjakannya juga
ada contohnya (Majmu’ al-Fatawaa,24/253). Ucapan hari raya ini diucapkan
hanya pada tanggal 1 Syawal.

Niat Sholat Hari Raya Idul Fitri Lengkap

Sholat Hari Raya Idul Fitri Lengkap
Niat sholat hari raya idul fitri sama halnya niat shalat-shalat yang lain yakni cukup diucapkan di dalam hati, niat hanya semata karena Allah dengan hati yang iklan dan mengharapkan ridho Allah SWT.

Seperti diketahui, bahwa sholat hari raya idul fitri merupakan sholat sunnah yang dilakukan setahun sekali setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan, dan sholat ini tergolong dalam shalat sunah muakkad, yaitu sholat sunnah yang sangat dianjurkan.

Untuk lafadz niat sholat sunah idul fitri lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin dan terjemahannya akan kami share di halaman ini, baik itu niat sholat idul fitri sebagai imam maupun niat sholat sebagai ma'mum. Dan berikut adalah bacaan niat  selengkapnya.


Doa Niat Sholat Ied - Sholat Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi: Sholat Ied (Hari Raya Idul Fitri)




Niat Sholat Sunah Idul Fitri sebagai Imam



اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL FITHRI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya :

Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala


Niat Sholat Sunah Hari Raya Idul Fitri sebagai Ma'mum



اُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL FITHRI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya :

Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala




Video Niat Sholat Ied, Sholat Idul Fitri





Itulah Bacaan Niat Sholat Ied, Idul Fitri sebagai imam dan/atau sebagai ma'mum lengkap bahasa arab, tulisan latin dan artinya. Silakan teman-teman hafalkan. Sekedar mengingatkan, selagi kita menjumpai sholat sunnah ini, marilah kita bersama-sama menjalankannya, jangan sampai meninggalkannya, karena sholat ied merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Jika kita tidak menjalankannya, maka nunggu 1 tahun lagi kita untuk bisa menjalankan sholat sunnah hari raya idul fitri