Informasi

Terima Kasih sudah mengunjungi blog kami, semoga artikel islam yang kami berikan bermanfaat

Visitor

Akan datang

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2

Wawanislam - Bagian kedua dari kerajaan islam di nusantara indonesia akan dibagikan disini

Baca dulu : 8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1


8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2


5. Kerajaan Mataram Islam
Sultan Sutawijaya menjabat sebagai raja pertama di Mataram 1589 – 1601 dengan gelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama. Pada masa pemerintahannya,banyak terjadi perlawanan dari para bupati yang semula tunduk pada Mataram, misalnya Demak dan Pajang. Perlawanan juga datang dari daerah Surabaya, Madiun, Gresik, dan Ponorogo. Terjadinya perlawanan-perlawanan ini dikarenakan Senopati mengangkat dirinya sendiri sebagai sultan di Mataram.

Padahal pengangakatan dan pengesahan sebagai sultan di Jawa biasanya dilakukan oleh wali. Selama berkuasa, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa dapat dikuasainya. Akan tetapi, ia tidak berhasil mendapatkan pengakuan dari raja-raja Jawa lain sebagai raja yang sejajar dengan mereka. Sepeninggal Panembahan Senopati, penggantinya adalah putranya, Raden Mas Jolang (1601 – 1613).

Pada masa pemerintahannya ia melanjutkan usaha ayahnya meluaskan wilayah kekuasaan Mataram. Akan tetapi, ia tidak sekuat ayahnya sehingga tidak mampu memperluas wilayahnya dan wafat di daerah Krapyak. Oleh karena itu, ia diberi gelar Panembahan Seda Krapyak. Pengganti Mas Jolang adalah putranya Mas Rangsang atau Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613 – 1645). Ia bergelar Sultan Agung Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai puncak kejayaan.

Sultan Agung berusaha menyatukan Pulau Jawa. Mataram berhasil menundukkan Tuban dan Pasuruan (1619), Surabaya (1625), dan Blambangan (1639). Hasil ekspansi ini membuat wilayah Mataram semakin luas.

6. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Banten
Kerajaan Islam Banten didirikan oleh Fatahillah tahun 1527 . Semula, Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Hindu Pajajaran. Kemudian, Banten direbut dan diperintah oleh Fatahillah dari Demak. Pada tahun 1552, Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya, Hasanuddin. Fatahillah sendiri pergi ke Cirebon dan berdakwah di sana sampai wafat (1570).

Fatahillah dimakamkan di desa Gunung Jati. Oleh karena itu, ia disebut Sunan Gunung Jati. Di bawah pemerintahan Hasanuddin 1552 – 1570, Banten mengalami kemajuan di bidang perdagangan dan wilayah kekuasaannya meluas sampai ke Lampung dan Sumatra Selatan. Setelah wafat, Hasanuddin digantikan oleh putranya, Panembahan Yusuf 1570 – 1580. Pada masa pemerintahannya, Pajajaran berhasil ditaklukkan 1579.

Panembahan Yusuf wafat pada tahun 1580 dan digantikan putranya, Maulana Muhammad 1580 – 1597. Pada masa pemerintahannya, datanglah Belanda. Ia menyambut kedatangan Belanda dan oleh Belanda ia diberi gelar Ratu Banten. Sepeninggal Ratu Banten, pemerintahan dipegang oleh Abdulmufakir yang masih kanak-kanak 1597 – 1640.

Ia didampingi oleh walinya, Pangeran Ranamenggala. Pada tahun 1640, Abdulmufakir diganti oleh Abu Mali Ahmad 1640 – 1651. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Abdul Fatah yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa 1651 – 1682. Pada masa pemerintahannya, Banten mencapai kejayaan. Sultan Ageng mengadakan pembangunan, seperti jalan, pelabuhan, pasar, masjid yang pada dasarnya untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Banten.

Namun sejak VOC turut campur tangan dalam pemerintahan Banten, kehidupan sosial masyarakatnya mengalami kemerosotan. Keadaan semakin memburuk ketika terjadi pertentangan antara Sultan Ageng dan Sultan Haji, putranya dari selir. Pertentangan ini berawal ketika Sultan Ageng mengangkat Pangeran Purbaya putra kedua sebagai putra mahkota. Pengangkatan ini membuat iri Sultan Haji. Berbeda dengan ayahnya, Sultan Haji memihak VOC. Bahkan, dia meminta bantuan VOC untuk menyingkirkan Sultan Ageng dan Pangeran Purbaya.

Sebagai imbalannya, VOC meminta Sultan Haji untuk menandatangani perjanjian pada tahun 1682 yang isinya, antara lain, Belanda mengakui Sultan Haji sebagai sultan di Banten; Banten harus melepaskan tuntutannya atas Cirebon; Banten tidak boleh berdagang lagi di daerah Maluku, hanya Belanda yang boleh mengekspor lada dan memasukkan kain ke wilayah kekuasaan Banten; Cisadane merupakan batas antara Banten dan Belanda.

Perjanjian tersebut mengakibatkan Banten berada pada posisi yang sulit karena ia kehilangan peranannya sebagai pelabuhan bebas sejak adanya monopoli dari Belanda. Pada tahun 1683, Sultan Ageng tertangkap oleh VOC sedangkan Pangeran Purbaya dapat meloloskan diri. Setelah menjadi tawanan Belanda selama delapan tahun, Sultan Ageng wafat 1692. Adapun Pangeran Purbaya tertangkap oleh Untung Suropati, utusan Belanda, dan wafat pada tahun 1689.

7. Kerajaan Gowa – Tallo
Pada awalnya, Kerajaan Gowa – Tallo yang lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar terdiri dari beberapa kerajaan yang bercorak Hindu, antara lain, Gowa, Tallo, Wajo, Bone, Soppeng, dan Luwu. Dengan adanya dakwah dari Dato’ri Bandang dan Dato’ Sulaiman, Sultan Alauddin Raja Gowa masuk Islam. Setelah raja memeluk Islam, rakyat pun segera ikut memeluk Islam.

Kerajaan Gowa dan Tallo kemudian menjadi satu dan lebih dikenal dengan nama Kerajaan Makassar dengan pemerintahannya yang terkenal adalah Sultan Hasanuddin 1653 – 1669. Ia berhasil memperluas pengaruh Kerajaan Makassar sampai ke Matos, Bulukamba, Mondar, Sulawesi Utara, Luwu, Butan, Selayar, Sumbawa, dan Lombok.

Hasanuddin juga berhasil mengembangkan pelabuhannya dan menjadi bandar transito di Indonesia bagian timur pada waktu itu. Hasanuddin mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. Karena keberaniannya dan semangat perjuangannya, Makassar menjadi kerajaan besar dan berpengaruh terhadap kerajaan di sekitarnya. Perkembangan Makassar menyebabkan VOC merasa tersaingi. Makassar tidak tunduk kepada VOC, bahkan Makassar membantu rakyat Maluku melawan VOC.

Kondisi ini mendorong VOC untuk berkuasa di Makassar dengan menjalin kerja sama dengan Makassar, tetapi ditolak oleh Hasanuddin. Oleh karena itu, VOC menyerang Makassar dengan membantu Aru Palaka yang telah bermusuhan dengan Makassar. Akibatnya, benteng Borombong dan ibu kota Sombaopu jatuh ke tangan musuh, Hasanuddin ditangkap dan dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya (1667).

Akibat kekalahannya, peranan Makassar sebagai penguasa pelayaran dan perdagangan berakhir. Sebaliknya, VOC memperoleh tempat yang strategis di Indonesia bagian timur. Rakyat Makassar yang tidak mau menerima Perjanjian Bongaya, seperti Kraeng Galesung dan Monte Merano, melarikan diri ke Mataram. Selanjutnya, untuk memperlemah Makassar, benteng Sombaopu dihancurkan oleh Speelman dan benteng Ujung Pandang dikuasai VOC diganti nama menjadi benteng Ford Roterdam.

Dalam bidang kebudayaan, Makassar sebagai kerajaan yang bersifat maritim sedikit meninggalkan hasil-hasil budaya. Peninggalan budaya Makassar yang menonjol adalah perahu pinisi, lambo, dan bercadik. Dalam bidang sastra, diperkirakan sudah lahir beberapa karya sastra. Hanya saja, karya-karya tersebut tidak sampai ke kita. Tetapi pada saat itu sudah ada sebuah buku tentang hukum laut dan perniagaan, yaitu Ade’ Allopiloping Bicaranna Pabbalu’e dan naskah lontar karya Amanna Gappa.

8. Kerajaan Ternate dan Tidore
Di Maluku terdapat dua kerajaan yang berpangaruh, yakni Ternate dan Tidore. Kerajaan Ternate terdiri dari persekutuan lima daerah, yaitu Ternate, Obi, Bacan, Seram, Ambon, disebut Uli Lima sebagai pimpinannya adalah Ternate. Adapun Tidore terdiri dari sembilan satuan negara disebut Uli Siwa yang terdiri dari Makyan, Jailolo, dan daerah antara Halmahera – Irian.

Kedatangan Islam ke Maluku tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14, Islam sudah masuk daerah Maluku. Raja Ternate kedua belas, Molomateya 1350 – 1357 bersahabat karib dengan orang Arab yang memberi petunjuk mengenai cara membuat kapal. Raja yang benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin 1486 – 1500.

Ia mendapat ajaran Islam dari Sunan Giri. Kekuasaan Ternate dan Tidore mencakup pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Penghasilan utamanya adalah cengkih, pala, rempah-rempah, dan ramuan obat-obatan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Eropa. Ketika bangsa Portugis datang ke Ternate, mereka bersekutu dengan bangsa itu 1512.

Demikian juga ketika bangsa Spanyol datang ke Tidore, mereka juga bersekutu dengan bangsa itu 1512. Portugis akhirnya dapat mendirikan benteng Sao Paulo di Ternate dan banyak melakukan monopoli perdagangan. Tindakan ini menimbulkan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Hairun (1550 – 1570). Tindakan Musquita menangkap Sultan Hairun dilepas setelah kembali, tetapi kemudian dibunuh setelah
paginya disuruh berkunjung ke benteng Portugis.

Sultan Baabullah 1570 – 1583 memimpin perlawanan untuk mengenyahkan Portugis dari Maluku sebagai balasan terhadap kematian ayahnya. Benteng Portugis dikepung selama 5 tahun, tetapi tidak berhasil. Sultan Tidore yang berselisih dengan Ternate kemudian membantu melawan Portugis. Akhirnya, benteng Portugis dapat dikuasai setelah Portugis menyerah karena dikepung dan kekurangan makanan.

Tokoh dari Tidore yang anti-Portugis adalah Sultan Nuku. Pada tanggal 17 Juli 1780, Pata Alam dinobatkan sebagai vasal dari VOC dengan kewajiban menjaga keamanan di wilayahnya, yaitu Maba, Weda, Patani, Gebe, Salawatti, Missol, Waiguna, Waigen, negeri-negeri di daratan Irian, Pulau Bo, Popa, Pulau Pisang, Matora, dan sebagainya.

Di sisi lain, Nuku terus mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Ternate dan Tidore. Pada tahun 1783, Pata Alam menjalankan strategi untuk meraih loyalitas raja-raja Irian. Akan tetapi, usaha tersebut menemui kegagalan, karena para utusan dengan pasukan mereka berbalik memihak Nuku. Akhirnya, Pata Alam dituduh oleh Kompeni bersekongkol dengan Nuku. Pata Alam ditangkap dan rakyat pendukungnya dihukum. Peristiwa ini sering disebut Revolusi Tidore 1783.

Untuk mengatur kembali Tidore, pada tanggal 18 Oktober 1783, VOC mengangkat Kamaludin untuk menduduki takhta Tidore sebagai vasal VOC. Di sisi lain, perjuangan Nuku mengalami pasang surut. Pada tahun 1794, gerakan tersebut mendapat dukungan dari Inggris. Sekembalinya dari Sailan, Pangeran Jamaludin beserta angkatannya menggabungkan diri dengan Nuku. Pada tanggal 12 April 1797 Angkatan Laut Nuku muncul di Tidore.

Hampir seluruh pembesar Tidore menyerah, kecuali Sultan Kamaludin berserta pengawalnya. Mereka menyerahkan diri ke Ternate. Tidore diduduki oleh Nuku hingga meninggal tanggal 14 November 1805 dan digantikan oleh Zaenal Abidin.Baca juga kerajaan hindu budha

Sekarang anda sudah tau kan 8 kerajaan Islam di Indonesia yang terkenal dan berjaya di masa lampau.Kita harus menghargai dan menjunjung tinggi sejarah dan nilai nilai luhur yang di tinggalkannya.kerajaan islam di indonesia mulai surut dan runtuh setelah kedatangan VOC.

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1

Wawanislam - Kerajaan Islam di Indonesia Bermunculan setelah melemahnya kerajaan kerajaan hindu budha di indonesi.Di pulau jawa di awalai dengan runtuhnya kerajaan majapahit kemudian berdirilah kerajaan Islam demak.Menyusul kemudian kerajaan mataram,kerajaan pajang,Kerajaan banten.

8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 1

Sedangkan di Sumatera telah terlebih dulu muncul kerajaan islam Samudra pasai dan kerajaan Aceh. Di bagian indonesia timur muncul kerajaan Islam ternate dan tidore serta kerajaan goa-tallo.

Tentu saja hal ini di awalai dengan penyebaran dan perkembangan sejarah islam di indonesia pada masa kerajaan kerajaan hindu budha. disini saya akan membagikan nama kerajaan islam di indonesia beserta nama rajanya dengan lengkap dan jelas, berikut peninggalan kerajaan islam di indonesia :

1.Kerajaan islam Pertama DI Indonesia Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Islam Samudra Pasai sudah ada sejak tahun 1128 masehi dengan nama Kerajaan Samudra karena letaknya di daerah samudra.. Di dirikan oleh Nasimuddin al-Kamil seorang Muslim dari Mesir. Kemudian pusat pemerintahan dipindah ke daerah Pasai,Itulah kenapa namanya menjadi Samudra Pasai.

Perkembangan selanjutnya kerajaan Islam pertama ini mengalami perubahan setelah dinasti Fatimah dikalahkan oleh dinasti Mamaluk. Dinasti Fatimah beraliran Syi’ah sedangkan dinasti Mamaluk beraliran Syafi’i. Kerajaan Samudra Pasai juga mengalami perubahan dari Islam Syi’ah menjadi Islam Syafi’i ketika kerajaan Samudra Pasai dipimpin oleh Sultan Malik al-Saleh pada tahun 1285 – 1297masehi
.
Setelah Sultan Malik al-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai diperintah oleh Sultan Malik al-Zahir I 1297 – 1302 masehi . Dia sering mendapat sebutan Sultan Muhammad. Pada masa pemerintahannya, tidak banyak yang dilakukan. Kemudian takhta digantikan oleh Ahmad yang bergelar Al Malik az-Zahir II. Pada saat dia berkuasa Samudra Pasai dikunjungi oleh Ibnu Batutah, seorang utusan dari Delhi yang sedang mengadakan perjalanan ke Cina dan singgah di sana.

Menurut Ibnu Batutah, kerajaan Samudra Pasai memiliki armada dagang yang sangat kuat. Baginda sultan yang bermadzab Syafi’i sangat kuat imannya sehingga berusaha menjadikan Samudra Pasai sebagai pusat ajaran Islam yang bermadzab Syafi’i. Kerajaan Samudra Pasai merupakan pelabuhan penting yang banyak didatangi oleh para pedagang dari berbagai penjuru dunia, misalnya Gujarat dan Persia.

Pengaruh India dan Persia sangat besar di Kerajaan Islam samudra pasai. Pedagang Cina juga datang ke sana untuk memasarkan dagangannya. Barang dagangan utama adalah lada yang menjadi bahan ekspor kerajaan. Kerajaan Samudra Pasai memanfaatkan Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Pasai – Arab – India dan Cina.

Kerajaan Samudra Pasai juga menyiapkan bandar-bandar dagang yang digunakan untuk menambah perbekalan untuk berlayar selanjutnya, mengurus masalah perkapalan, mengumpulkan barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri, dan menyimpan barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di nusantara . Waktu Itu Samudra Pasai menjadi pusat studi agama Islam dan tempat berkumpulnya ulama.

Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran setelah berdirinya Kerajaan Malaka pada abad ke-15 masehi karena para pedagang Islam mulai memusatkan perdagangan mereka di Malaka.

2. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Aceh
Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, setelah berhasil melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Kerajaan Aceh kemudian diperintah oleh Sultan Alauddin Riayat Syah. Kerajaan Islam Aceh mencapai kebesaran pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada waktu itu banyak pedagang dari daerah lain yang datang ke kerajaan Aceh untuk membeli hasil buminya.

Kebudayaan kerajaan Aceh sangat maju di bidang arsitektur.Peninggalan kebudayaan pada masa sultan Iskandar Muda yaitu masjid Baiturrahman. Setelah sultan Iskandar Muda wafat digantikan oleh Sultan Iskandar Thani. Pemerintahan Aceh diatur dalam undang-undang yang disebut Adat Mahkota Alam. Berdasarkan tata pemerintahan tersebut, wilayah Aceh dibagi dalam wilayah sagi dan wilayah pusat kerajaan. Setiap sagi terdiri dari sejumlah mukmin dan dikepalai oleh panglima sagi yang disebut hulubalang besar. Sebagai negara Islam, Aceh disebut Serambi Mekah karena Aceh menjadi pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara

Untuk memperdalam Islam lebih dahulu belajar ke Aceh untuk mendapatkan dasar Islam yang kuat. Masyarakat Aceh dikelompokkan dalam golongan Teuku, yakni golongan masyarakat bangsawan, dan golongan Tengku, yakni golongan agama. Penghasilan Kerajaan Aceh didapat dari penarikan pajak dan cukai yang terdiri dari beberapa macam antara lain pajak pasar dan cukai intan.

Dalam bidang sastra, kerajaan Aceh banyak melahirkan tokoh-tokoh, antara lain Syamsuddin Pasai, Hamzah Fansyuri, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdul al-Rauf. Nuruddin ar-Raniri mengarang Bustanus Salatin taman raja-raja dan adat istiadat Aceh serta ajaran Islam. Abdul al-Rauf dari Singkel Syeikh Kuala membuat tafsir Alquran dalam bahasa Melayu.

Ia menentang aliran heterodoks yaitu aliran yang berpendapat bahwa makhluk yang diciptakan sebagai penampilan dari penciptanya. Aliran yang dianutnya adalah aliran ortodoks, yakni Allah pencipta dan makhluk ciptaan-Nya tidak dapat mengetahui keadaan-Nya. Setelah wafatnya Sultan Iskandar Muda, tidak ada pengganti yang bijaksana sehingga menyebabkan kemunduran Aceh.

Selain itu, mundurnya perdagangan Aceh akibat Malaka jatuh ke tangan Portugis sehingga pedagang Islam beralih ke Demak yang juga menyebabkan kemunduran kerajaan IslamAceh.

3 Kerajaan Demak
Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-16 masehi berkat perjuangan dan usaha Pangeran Jinbun atau Raden Patah. Beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan ini berkembang pesat adalah letaknya yang strategis serta terletak di tengah jalur perdagangan nasional yang menghubungkan antara barat dan timur.

Mundurnya Kerajaan Majapahit juga menjadi penyebab para pedagang Islam masuk ke Demak. Dari aspek politik, dapat kita ketahui bahwa Raden Patah adalah keturunan Brawijaya, penguasa Majapahit. Setelah Raden Patah diangkat sebagai Bupati Demak Bintoro pada tahun 1500 Masehi , ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah yang lebih dikenal dengan Raden Patah. Kemudian setelah menjadi raja, ia memajukan perdagangan dan agama Islam.

Kerajaan Islam Demak menjadi negara maritim yang banyak dikunjungi oleh pedagang Islam, terlebih setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511 di bawah Alvonso d’Albuquerque. Pada tahun 1518, ia digantikan oleh Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahannya, ia melawan Portugis di Selat Malaka dengan 100 kapal, akan tetapi semua tidak berhasil.

Sepeninggal Pati Unus, kekuasaan dipegang oleh Sultan Trenggono 1521 – 1546 masehi. Pada masa pemerintahannya ia mengutus Fatahillah untuk menyerang Portugis di Selat Sunda 1527 masehi dan ternyata telah terjadi persetujuan “Henrique Leme” antara Portugis dan Pajajaran untuk mendirikan benteng Sunda Kelapa.

Usaha Fatahillah untuk menguasai Sunda Kelapa berhasil. Di sana ia mendirikan dua kerajaan, yaitu Kerajaan Banten dan Cirebon. Kerajaan Banten diberikan kepada Hasanudin puteranya dan Cirebon diperintah sendiri. Namun akhirnya, Fatahillah meninggalkan istana dan menjadi Sunan Gunung Jati.

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, wilayah Demak meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah berjalan dengan teratur. Kehidupan sosial pada saat itu diatur dengan hukum-hukum yang berlaku dalam ajaran Islam. Akan tetapi norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja.

Dengan demikian sistem kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak dapat dikatakan telah mendapat pengaruh Islam. Hasil-hasil budaya Kerajaan Demak merupakan kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil budayanya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah masjid Demak. Masjid ini merupakan lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan yang bercorak Islam. Masjid Demak selain kaya dengan ukir-ukiran yang bercirikan Islam juga memiliki keistimewaan, karena salah satu tiangnya dibuat dari pecahan-pecahan kayu.

Selain masjid Demak, Sunan Kalijaga juga melakukan dasar-dasar perayaan sekaten. Perayaan itu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik minat masyarakat agar masuk Islam. Sekaten ini kemudian menjadi tradisi atau kebudayaan yang terus terpelihara sampai sekarang. Pada masa akhir pemerintahan Sultan Trenggana terjadi perebutan takhta dengan Arya Penangsang serta Hadiwijaya yang membawa keruntuhan Kerajaan Demak.

4. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang berdiri karena runtuhnya Kerajaan Demak pada tahun 1568 masehi . Pada mulanya, Arya Penangsang yang menguasai Demak berhasil dikalahkan oleh Jaka Tingkir. Oleh Jaka Tingkir, pusat Kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang, sebelah barat kota Solo sekarang. Sejak saat itu, berakhirlah Kerajaan Demak dan berdirilah Kerajaan Pajang.

Demak pada saat itu, dijadikan wilayah kadipaten yang diserahkan kepada Arya Pangiri putra Sunan Prawoto. Pada waktu Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir memerintah Kerajaan Pajang, Ki Ageng Pemanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai balas jasa atas bantuannya mengalahkan Arya Penangsang. Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, jabatan bupati di Mataram diberikan kepada Sutawijaya, putra angkat Ki Ageng Pemanahan

Sepeninggal Sultan Hadiwijaya pada tahun 1582, takhta Pajang menjadi rebutan antara Pangeran Benawa putra Hadiwijaya dan Arya Pangiri menantu Hadiwijaya. Arya Pangiri merasa tidak puas dengan hanya menjabat sebagai adipati di Demak. Pangeran Benawa disingkirkan dan hanya dijadikan adipati di Jipang. Selama berkuasa 1582 – 1586, Arya Pangiri banyak melakukan tindakan yang meresahkan rakyat, sehingga menimbulkan berbagai perlawanan.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pangeran Benawa untuk menghimpun kekuatan dan merebut kembali takhta Pajang. Dalam hal ini, Pangeran Benawa bekerja sama dengan Sutawijaya dari Mataram. Akhirnya, Arya Pangiri dapat dikalahkan dan disuruh kembali ke Demak. Setelah Pajang kembali ke tangannya, Pangeran Benawa justru menyerahkan kekuasaan Pajang kepada Sutawijaya.

Hal ini dilakukannya karena Pangeran Benawa merasa tidak mampu memimpin Pajang yang begitu luas. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram 1586. Sejak saat itu, berdirilah Kerajaan Mataram dengan Sutawijaya sebagai rajanya. Adapun Pajang dijadikan kadipaten dan Pangeran Benawa sebagai adipatinya.

Lanjut : 8 Kerajaan Islam di Indonesia Lengkap Bagian 2

Pesan Nabi Muhammad SAW Saat Waktu Maghrib


Wawanislam - "Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian!" (HR. Bukhari, no. 3280, Muslim, no. 2012)

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya." (HR. Muslim, no. 2113)

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam.” (kitab Sahih Muslim)

Sebuah buku ilmiah keagamaan berjudul The Science Of Shalat karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS menjelaskan bahwa ketika menjelang maghrib, alam akan berubah menjadi spektrum cahaya berwarna merah. Dalam bukunya dijelaskan bahwa ketika waktu maghrib tiba, spectrum warna alam berubah menjadi merah yang selaras dengan frekuensi jin. Pada waktu ini, tenaga jin bertambah karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam.

Kisah Nyata Kuli Panggul Naik Haji

Selama 15 tahun, Sunaryo tekun menabung Rp. 10.000 setiap hari dari hasil keringatnya menjadi Kuli Panggul di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Tabungan itulah yang mengantarnya ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Pria 53 tahun yang akrab disapa Sunar ini berulang kali mengucapkan rasa syukur ketika ditanya soal perjuangan demi bisa naik haji. Awalnya, dia berpikir ibadah haji adalah hal mustahil bagi Kuli Panggul sepertinya. Namun, dukungan keluarga membuatnya bertekad bulat untuk menabung setiap hari.

berita haji
Sunar, Kuli Panggul Yang Menjadi Calon Haji


Dia mengaku hanya dibayar Rp. 1000 hingga Rp. 2000 untuk sekali angkut. Padahal, beban yang harus dia bawa bisa mencapai 25 - 50 kilogram. Berkat ketekunannya, Sunar mampu mengumpulkan Rp, 30.000 hingga Rp. 40.000 per hari.

“Setiap hari harus saya sisihkan Rp. 10.000 buat tabungan haji. Sisanya buat kebutuhan keluarga,” ungkap Sunar yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Bendungan

Sunar mendaftar haji pada 2010 lalu. Dia kemudian meneruskan kebiasaan menabungnya dan akhirnya sanggup melunasi biaya haji.

“Alhamdulillah Rp37 juta bisa lunas. Besok berangkat tanggal 30 Agustus jam enam pagi dari Masjid Agung Kulonprogo,” katanya.

Selain menjadi Kuli Panggul, warga Dusun Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Wates, Kulonprogo itu juga dipercaya masyarakat sebagai takmir Masjid Al Fattah di dekat rumahnya selama 25 tahun belakangan. Menurutnya, tugas itulah yang semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan.

Satu hal yang dirasa kurang oleh Sunar. Dia harus pergi ke Tanah Suci sendiri, tanpa sang istri. Oleh karena itu, setelah pulang nanti, dia akan kembali menabung secara rutin.

“Kalau tidak haji, ingin bisa umrah ke sana sama istri. Minta doa restu dari semuanya,” tuturnya.

Tekad Sunar jelas membuat Sulamsih, istrinya, terharu. Meski demikian, dia tetap bersyukur karena sang suami diberi kesempatan naik haji meski tanpa dirinya.

“Saya cuma bisa bantu doa. Semoga selamat sampai tujuan. Di sana sehat dan kuat. Nanti waktu pulang ketemu keluarga juga sehat,” kata Sulamsih.
 
Perempuan berusia 48 tahun itu juga hanya bisa terus bersyukur. Biaya sekolah anaknya saja sudah banyak. Namun, selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha. Biaya haji lunas dan anak laki-laki semata wayangnya pun bisa kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sampai lulus.

Sunar merupakan satu dari 244 orang calon jamaah haji asal Kulonprogo yang tergabung dalam kloter 28 SOC. Dia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 9 Oktober mendatang.

Kisah Nyata Keajaiban Air Zam Zam

Sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang jamaah haji dari Blitar di tahun 2006 yaitu, Bapak H. Hariyanto yang menuturkan dengan penuh semangat kisah keajaiban air Zam zam yang dialaminya dalam hidupnya ketika menunaikan rukun Islam ke 5 tahun 2006 /1427 H.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Beliau menderita sakit kencing batu atau batu ginjal. Berbagai upaya medis telah dilakukan dan sehari-hari harus mengkonsumsi obat yang diresepkan telah dokter, dan itu berjalan cukup lama. Beliau menuturkan bahwa ketika kambuh, sakit yang luar biasa dirasakannya.

Zamzam
Fakta membuktikan bahwa: Air Zamzam Adalah Air Terbaik Yang Ada Di Bumi Ini


Nah pada saat beliau menunaikan ibadah haji tahun 1427 H, kendala utama yang masih dirasakan adalah penyakit tadi, sehingga dengan semangat yang luar biasa rasa sakit itu terkalahkan oleh kenikmatan bisa manjalankan rukun Islam ke 5 di tanah Suci. Aktivitas ibadah harian di Masjidil Haram beliau jalankan dengan iringan rasa sakit yang di deritanya dan untuk itu beliau tetap mengkonsumsi obat agar tidak mengganggu kenikmatan beribadah.Sampai suatu ketika, tepatnya ketika hendak pulang dari Masjidil Haram menuju pemondokan di sektor IV Jarwar Taisir, beliau mulai merasakan sakitnya kambuh.

Permasalahan mulai muncul ketika obat yang di bawa dari tanah air sudah habis. Padahal menurutnya obat itu sudah dipersiapkan cukup selama berada di tanah Suci.  Dengan tertatih pulang ke Pemondokan menggunakan taxi., padahal biasanya pulang dengan jalan kaki sejauh sekitar 1,5 km dari Masjidil Haram.

Sesampainya di Pemondokan, segera ditangani oleh Dokter Kloter dan Perawat Medis. Parahnya, saat itu obat untuk kencing batu di simpanan kloter tidak tersedia. sehingga dokter membuat resep dengan merujuk apotik sekitar sektor Jarwal. Ketua regu dan sejumlah teman segera mencari obat yang diresepkan.

Sementara Bapak H. Hariyanto sudah merintih menahan rasa sakit, hingga beliau mengeluarkan air seni bercampur darah yang sangat banyak. Kepanikan terjadi, sementara Ketua regu dan KBIH telah kembali dari Apotik dengan tangan kosong. Beberapa apotik telah dimasuki, tetapi semuanya obat yang dicari tidak ada.

Segala upaya telah dilakukan. Akhirnya dalam keadaan kepasrahan, dan keihklasan yang memuncak, beliau meminum lebih dari 3 liter air Zam zam  yang dibawa dari Masjidil Haram. Dengan berdoa sekuatnya, Zam zam diminum sampai beliau tidak mampu meminumnya lagi. Setelah itu merebahkan diri di atas pembaringan sambil terus berdo’a dan menahan sakit karena keluarnya darah bercampur air seni.

Selang 30 menit lebih, beliau meminta agar diantar ke kamar kecil. karena merasakan ingin buang air kecil. Dengan tertatih dan menahan rasa sakit, menuju ke kamar kecil yang terletak di ujung kamar. ketika sudah masuk kamar kecil dan mengeluarkan air seni,  tiba-tiba …. terdengar suara DUAGGGGG!!! Keras sekali, seperti suara batu besar yang menghantam dinding kamar mandi.

Setengah tidak percaya dicarinya apa yang terlempar dari suara yang timbul tadi, lalu terdengar suara berteriak dari dalam kamar kecil itu kalimat Subhanallah. Kami yang ada di luar merasa bingung dan ikut kaget, dan ternyata Pak Hariyanto keluar dari kamar kecil dengan air mata berlinang dan senyum kebahagiaan sementara tangan kanannya sambil menggegam Batu sebesar jempol kaki orang dewasa.

“Subhanallah … Allahu Akbar …” berkali-kali beliau meneriakkan kalimat tayyibah sambil menunjukkan batu yang telah bertahun-tahun bersarang di dalam ginjal beliau. Di dalam kamar beliau langsung sujud syukur atas keajaiban yang telah dialaminya.

Semua yang ada di dalam kamar melongo, takjub, merinding dan tidak mampu berkata apa-apa kecuali kalimat-kalimat thayyibah.

Keajaiban dari Allah SWT, saat itu pula hilang semua rasa sakit yang dideritanya. Yang membuat takjub, saat batu itu terlempar, sama sekali tidak terasa sakit.

Masyaallah …

Benar apa yang disampaikan Baginda Rasulullah SAW, bahwa Zam zam itu adalah obat yang sesuai dengan apa yang diminta oleh peminumnya. Tentu saja sandaran doa tetap iklhas dan semata-mata mencari ridho Allah SWT. Bukan pada airnya. Allahu Akbar, begitulah Allah SWT kalau menghendaki kebaikan kepada hambaNya, melaui air surga, Zam Zam.

“Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang maka Allah mengenyangkanmu. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa yang dialami Bapak H. Hariyanto, adalah:

1. Setiap manusia pasti mendapatkan ujian  dan cobaan sesuai dengan keadaannya. Allah swt tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan individu yang bersangkutan. dan dengan ujian itu sesungguhnya merupakan sarana menggembleng keimanan seseorang semakin mendekatkan diri atau justru menjauhkan diri pada Allah SWT.

2. Menyelesaikan permasalahan harus dengan usaha yang maksimal dan tidak setengah-setengah. Karena keraguan justru seringkali menjadi penghalang utama. Ragu dan was was adalah kendaraan syaithon dalam membelokkan keimanan manusia.

3. Tidak berputus asa, tidak mudah menyerah dan tidak  berpangku tangan  tapi selalu berikhtiar.

4. Setelah berupaya secara maksimal, maka semua itu dibungkus dengan do’a dan tawakkal, semata mencari ridha Allah SWT . Dan Insya Allah setiap masalah ada jalan keluar, setiap sakit ada obatnya.

Semoga kisah nyata keajaiban Zamzam ini bermanfaat bagi pembaca semuanya, Jika sekiranya artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui Facebook / Twitter di bawah ini.

Sering Kawin, Jamaah Haji Ini Diculik "Wanita Cantik" Di Mekkah

Menikah itu sunnah Rasul. Bagaimana jika ia melakukannya berkali-kali? Nasib sial pun menimpanya saat naik haji

Sebut saja namanya Kakek Rasidin. Dipanggil kakek karena usianya sudah menginjak kepala 6, tepatnya 66 tahun. Selama itu ia telah berkali-kali menikah. Tercatat, sudah 9 kali ia melakukannya. Yang menjadi korban selalu istri ketiga dan keempat. Ya, Kakek Rasidin memiliki empat orang istri (poligami). Nah, ketika ia hendak nikah lagi, maka istri ketiga atau keempatnya yang dikorbankan atau diceraikan. Hal itu terus ia lakukan hingga 9 kali pernikahannya.

Entahlah, apa yang ada dalam pikiran Kakek Rasidin! Tua Tua Keladi, Semakin tua kian menjadi. Maksudnya, semakin bertambah usia kelakuannya kian menjadi tidak benar. Ia begitu mudah tergoda dengan wanita muda baik itu janda maupun perawan. Herannya pula, perempuan-perempuan itu mau saja dinikahi oleh Kakek Rasidin. Mungkin karena ia punya kharisma. Mungkin pula karena hartanya yang cukup banyak.

Yang jelas, untuk urusan “merayu wanita”, Kakek Rasidin adalah jagoannya. Ada saja triknya untuk menaklukkan para wanita itu sehingga percaya dan mau dinikahi olehnya. Yang miris adalah istri pertama dan keduanya. Mereka benar-benar diuji kesabarannya karena ulah suaminya yang suka kawin cerai. Sudah tua tapi tidak tahu diri. Berkali-kali diingatkan agar tidak lagi menikah, tetapi tetap saja kelakuan bejatnya itu tak diindahkannya.

Menurut seorang saksi, istri pertamanya sangat sabar sekali. Selama puluhan tahun ia hidup berumah tangga bersama Kakek Rasidin, selama itu pula ia kerapkali menyaksikan ulah suaminya yang gonta-ganti istri. Bagi Kakek Rasidin, istri itu seperti boneka atau barang mainan saja. Sekali-kali dibutuhkan dan kalau sudah tidak bagus lagi dibuang.

Harta yang kuat membuat dirinya begitu percaya diri untuk menggaet para wanita dari kalangan mana saja. Terakhir, adalah ia bisa menaklukkan seorang gadis berusia 16 tahun. Bayangkan saja, seorang gadis belia dan masih perawan mau dinikahi oleh lelaki bandot berusia mendekati 70 tahun. Hubungan seperti kakek dan cucu ini tampak sangat tak lazim. Tetapi, pernikahan itu nyata terjadi. Kakek Rasidin berhasil menikahi gadis belia tersebut. Apa resepnya? Tentu saja, kharisma, harta dan sedikit rayuan gombal.

Tidak lama setelah menikahi gadis belia, hebatnya Kakek Rasidin langsung naik haji. Ia menyertakan beberapa keluarganya. Uangnya seperti tak pernah habis saja. Singkat cerita, haji itu pun nyata dilaksanakan dan ia telah berada di Mekkah al-Mukarramah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Masjidil Haram




Hilang 40 Hari

Selama ibadah haji, sebenarnya tidak ada kejadian aneh menimpa Kakek Rasidin. Namun, saat ibadah haji selesai dan hendak pulang ke Indonesia kejadian aneh itu baru muncul. Tiba-tiba dia menghilang dari maktab (pemondokan). Berjam-jam dicarinya tidak ketemu. Akhirnya ada sebuah berita yang mengatakan bahwa Kakek Rasidin meninggal dunia. Tetapi saat dicari hingga ke makam Baqi’ (tempat dikuburkannya para sahabat), jenazahnya pun tidak ditemukan. Akhirnya keluarga pun menyerah. Pencarian mereka berakhir dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Meski belum ditemukan jenazahnya, tetapi keluarga meyakini kalau Kakek Rasidin telah meninggal dunia.

Para jamaah pun pulang ke Indonesia. Sampai di rumah berita meninggalnya Kakek Rasidin saat ibadah haji ini seketika menjadi hangat. Berbagai desas-desus pun mengiringi berita itu. Macem-macem kesimpulan para warga. “Mungkin karena dia suka kawin kali. Mungkin dia banyak dosanya kali,” ujar beberapa warga menyimpulkan. Namun, ada juga yang berkesimpulan lebih bijak bahwa kematian Kakek Rasidin karena sudah waktunya tiba. Usianya telah lanjut, maka wajar jika ia meninggal dunia karena tak kuasa menahan takdir usia (yang sudah uzur).

Pada saat bersamaan, di rumah istri pertama Kakek Rasidin diadakan tahlilan, yaitu kirim arwah diselingi dengan membaca Yasin dan surat-surat pendek seperti al-ikhlas, al-falaq, al-nas, ayat kursi dan sebagainya. Tidak sedikit yang datang ke pengajian itu sebagai bentuk penghormatan kepada Kakek Rasidin yang hingga beberapa hari tidak ditemukan jasadnya.

Keluarga sendiri tak pernah berhenti mendoakan almarhum semoga jasadnya cepat ditemukan. Kalaupun tidak lagi, berharap ia mendapatkan ketenangan di alam baka. Hingga memasuki tahlilan ketujuh hari, belum ada kabar dari pemerintah Arab Saudi soal jasad Kakek Rasidin. Maka harapan sudah semakin pupus. Kesimpulan pun bermunculan, mungkin ia dimakan binatang buas sehingga dagingnya habis dan tak bersisa. atau mungkin nyebur ke laut merah hingga terseret sampai sungai nil yang ada di mesir.

Ketika harapan itu sudah habis, tiba-tiba kejadian aneh muncul pada malam tahlilan yang ke-40. Kakek Rasidin datang seorang diri ke rumah istri pertamanya dalam kondisi sangat kurus dan pakaian kumal. Orang mengira arwah Kakek Rasidin yang datang alias rohnya gentayangan. Sebagian orang pun ketakutan dan tidak sedikit yang lari. Namun, beberapa saat kemudian mereka sadar kalau yang datang itu adalah benar-benar Kakek Rasidin alias dia masih hidup.

Kejadian ini pun benar-benar mengejutkan. Bagaimana bisa seseorang yang dianggap telah meninggal dunia, tidak saja oleh keluarganya tetapi juga oleh pemerintah Arab Saudi sendiri, kini datang kembali? Dari mana saja ia selama ini? Mungkin itulah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Kakek Rasidin dan tidak sabar ingin didengar oleh orang lain.

Kepada anaknya, Kakek Rasidin pun berterus terang bahwa ketika berada di Makkah al-Mukarramah dia melihat banyak sekali wanita cantik. Karena tergiur dengan kecantikan mereka, ia pun mau saja saat mereka mengajaknya pergi. Tempat yang dituju itu, bagi Kakek Rasidin, benar-benar sangat asing dan tidak pernah dikenalnya sama sekali. Yang jelas, selama diajak oleh para wanita cantik itu, ia hanya berpesta pora. Mereka bersenang-senang.

Kakek Rasidin menyangka kalau ia hanya sebentar bersama para wanita cantik itu. Namun, setelah kembali lagi ke maktab (pemondokan) ia sudah tidak lagi menemukan keluarganya karena sudah pulang ke tanah air. Akhirnya, oleh dinas setempat ia pun diantarkan pulang ke tanah air dan akhirnya sampai ke rumah dengan keadaan selamat.

Apa yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah bahwa apa yang kita lakukan saat di tanah air, maka itu pula yang akan kita tunai saat ibadah haji. Karena Kakek Rasidin suka mempermainkan wanita dengan kawin cerai, maka ia pun terjerumus oleh wanita pula saat ibadah haji. Ia seolah-olah melihat wanita cantik dan diajaknya pergi. Padahal, bisa jadi, para wanita itu merupakan kiriman Allah dari alam lain untuk menggoda Kakek Rasidin. Alam para wanita yang tidak dikenal oleh Kakek Rasidin menunjukkan bahwa sesungguhnya sang kakek sedang dibawa oleh makhluk gaib ke alam lain. Perasaan sang kakek yang hanya sebentar, padahal sebenarnya lama, semakin menguatkan dugaan ini.

Atas dasar itulah, kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ibadah haji. Hendaklah kita bertaubat sepenuh hati sebelum berangkat ke sana. Tidak saja mempersiapkan nilai materi saja, tetapi juga mental dan spiritual kita. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga buat pembaca sekalian. Khususnya buat Kakek Rasidin sendiri, semoga hal ini bisa menyadarkannya bahwa apa yang dilakukannya selama ini tidaklah baik. Sehingga saat ia mau naik haji lagi (mungkin), itu akan membuatnya semakin lebih mempersiapkan dirinya, baik mental maupun spiritualnya. Amiin.

Sejarah Perkembangan Islam di Dunia

Wawanislam - Islam dalam peradaban dunia adalah termasuk dalam tujuan peradaban dunia pasca terbentuknya islam (Islam arab, islam persi,islam turki,islam afrika hitam, islam anak benua india, islam cina dan kemudian islam nusantara/arab melayu.

Islam di Kamboja
Menurut Po Dharma, ada 150.000 hingga 200.000 Muslim di Kamboja sbg sbgakhir 1975. Penganiayaan di bawah Khmer Merah mengakibatkan jumlah mereka terkikis, bagaimanapun, & pd akhir 1980-an mereka mungkin tdk mendapatkan kembali kekuatan mereka sebelumnya. Pada tahun 2009, Pew Research Center memperkirakan bahwa 1,6% dari populasi, atau 236.000 orang Muslim.

Islam di Afrika Selatan
Islam di Afrika Selatan mungkin tiba sebelum zaman kolonial, & terdiri dari perhubungan terpencil dgn pedagang Arab & Afrika Timur. Banyak orang Muslim Afrika Selatan dijelaskan sbg orang Coloured, utamanya di Tanjung Barat, termasuk yg nenek moyang datang sbg budak dari Kepulauan Indonesia (Melayu Tanjung). Yang lainnya dijelaskan sbg orang India, terutamanya di Kwazulu-Natal, termasuk mereka yg nenek moyangnya datang sbg pedagang & pegawai dari Asia Selatan; mereka telah bergabung oleh orang lain dari bagian lain Afrika serta mengkonversi Afrika Selatan yg berkulit putih atau hitam. Namun, tradisi Muslim saat ini di negara tersebut berasal dari kedatangan Syeikh Abdurahman Matebe Shah, seorang syekh Melayu dari Sumatra, pd tahun 1668.

Islam di Aljazair
Islam, agama hampir semua orang Aljazair, melingkupi sebagian besar aspek kehidupan. Islam menyediakan masyarakat dgn identitas pusat sosial & budaya, serta memberikan sebagian besar individu orientasi etis & sikap dasar.

Islam di Mongolia
Islam di Mongolia terutama dianut oleh etnis Kazakhstan dari Bayan-Ölgii (88,7% dari populasi total aimag) & Khovd (11,5% dari populasi total aimag, hidup terutama di kota Khovd, jumlah Khovd & jumlah Buyant) aimag di Mongolia barat. Selain itu, sejumlah komunitas Kazakh kecil dpt ditemukan di berbagai kota & daerah tersebar di seluruh negeri. Namun secara historis, mayoritas elit Mongol selama Kekaisaran Mongol umumnya menyukai Islam atas agama lain sbg 3 dari 4 khanat utama mengadopsi Islam.

Islam di Denmark
Penduduk Islam di Denmark adl agama minoriti terbesar di Denmark. Kebanyakan penduduk Denmark menganut agama Kristen terdiri dari kira-kira 2% - 5% dari jumlah penduduk Denmark adl Muslim. Islam risten, dgn Protestan membentuk sebanyak 92% dari orang Denmark & Gereja Evangelical Lutheran merupakan gereja nasional. Pada 2005, 83.5% dari penduduk negara ini adl anggota Folkekirken , gereja Kristen nasional.

Islam di Kuba
Statistik terbaru utk Islam di Kuba mengklaim penduduk sekitar 3.000 Muslim mewakili 0,03 persen dari jumlah penduduk. Di luar klaim sumber nomor ini dpt serendah 300 atau setinggi 7.000 walaupun jumlah sebenarnya tdk diketahui karena sikap pemerintah Kuba sekuler terhadap agama.

Ada byk siswa Muslim yg telah datang ke sini utk keperluan studi tentang pergi kira-kira 1500-2000 siswa mereka (Pakistan, Sahara, Palestina & lain-lain), penduduk yg dominan adl siswa Pakistan yg sekitar 900 kekuatan. Pada tahun 2001, Syekh Muhammad bin Nassir Al-Aboudy, Asisten Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) melakukan perjalanan ke Kuba utk mendapatkan izin dari pemerintah Kuba utk mendirikan organisasi Islam yg akan mendukung komunitas Muslim Kuba. Di antara tujuan-tujuan lain dari organisasi diusulkan akan membangun masjid & penyebaran budaya Islam di kalangan umat Islam.

Islam di Liechtenstein
Menurut Pejabat Negara Amerika Serikat, terdapat 1.384 penduduk Muslim yg hidup di Liechtenstein, yaitu sekitar 4% dari populasi umum. Pada 2004, pemerintah membentuk kelompok kerja utk integrasi yg lbh baik dari para anggota komunitas Muslim ke dalam masyarakat. Dalam kerjasama dgn perpustakaan nasional, kelompok kerja telah diakses oleh publik pilihan buku-buku dalam bahasa Turki serta buku-buku tentang Islam. Pada kelompok kerja usulan pemerintah membuat kontribusi US $ 20.000 (25.000 franc Swiss) kpd komunitas Muslim di tahun 2006.

Sejak tahun 2001, pemerintah telah memberikan sesuatu komunitas Muslim izin tinggal utk satu imam, plus satu jangka pendek surat izin tinggal utk imam tambahan selama bulan Ramadan. Pemerintah mengikuti kebijakan pemberian visa secara rutin utk para imam sbg imbalan atas persetujuan kedua Turkish Association & komunitas Islam utk mencegah diatribes agama oleh para imam atau penyebaran ekstremisme agama.

Islam di Perancis
Islam adl satu dari beragam agama di Perancis. Meskipun sejak dahulu Muslim sudah ada di Perancis, baik Perancis daratan maupun wilayah kependudukannya di luar Eropa, imigrasi massal Muslim ke Perancis di abad 20 & 21 telah membuat negara ini menjadi salah satu negara dgn komunitas muslim terbesar di Eropa. Pertumbuhan Islam di Perancis juga didorong oleh penduduk pribumi yg berpindah agama ke Islam, namun umat islam di prancis tdk boleh memakai kerudung sesuai undang-undang yg dikeluarkan pemerintahnya.

Banyak versi mengenai jumlah Muslim di Perancis. Menurut Departemen Negara Amerika, pd 2006 terdapat sekitar 10% Muslim di Perancis, dimana jajak pendapat yg diadakan setahun setelahnya menunjukkan 3% dari jumlah menduduk nasional. Buku yg diterbitkan oleh Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA), CIA World Factbook, menyatakan ada sekitar 5-10% populasi Muslim di Perancis. Pada tahun 2000, Kementerian Dalam Negeri Perancis memperkirakan ada 4,1 juta orang yg dilahirkan dalam keluarga Islam, & sekitar 40.000 orang yg beralih agama. Ada juga yg memperkirakan jumlah Muslim di Perancis 7 juta jiwa pd tahun 2009.

Islam di Georgia
Islam di Georgia diperkenalkan pd tahun 645 Masehi ketika tentara yg dikirim oleh Khalifah kedua Islam, Umar, menaklukkan Georgia Timur & mendirikan negara Islam di Tbilisi. Jumlah penganut Islam di Georgia tercatat 463.062 jiwa atau 9,9%, dari keseluruhan jumlah penduduk Georgia. Ada 2 kelompok besar Muslim di Georgia. Etnis Muslim Sunni Hanafi Georgia & terkonsentrasi di Republik Otonomi Adjara Georgia berbatasan dgn Turki. Sedangkan di Azerbaijan yg sebagian besar adl etnis Muslim Syiah ashariyah Ithna ‘dan terkonsentrasi di sepanjang perbatasan dgn Azerbaijan & Armenia.

Kisah Wafatnya Rasulullah SAW

Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah: “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Kisah Wafatnya Rasulullah SAW

Kisah Wafatnya Rasulullah SAW

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana sepertinya tengah menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum… .Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.

“Siapakah itu, wahai anakku?”

“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan tangisnya.

Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini. (sepertinya Malaikat Jibril Tidak Sanggup melihat Rasulullah dicabut nyawanya)

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” ujar Rasulullah mengaduh lirih.

Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu”

Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii. ummatii. ummatii.”

“Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam jannah-Ku.”

‘Aisyah ra berkata: ”Maka jatuhlah tangan Rasulullah, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.”

Dia berkata: ”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan:

”Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.”

Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid, karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan.

Adapun Umar bin Khathab berkata: ”Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa pergi untuk menemui Rabb-Nya.”

Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar, dia masuk kepada Rasulullah, memeluk beliau dan berkata: ”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.”

Kemudian dia mencium Rasulullah dan berkata: ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”

Keluarlah Abu Bakar ra menemui orang-orang dan berkata: ”Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.”

‘Aisyah berkata: “Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah manusia yang paling mulia, manusia yang paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi tercinta Rasulullah.

Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rasulullah saw dilahirkan di Kota Makkah pada hari senin pagi, 9 Rabi`ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.

Beliau dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku tersebut Muhammad berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang paling terhormat di tengah suku Quraisy.

Rasulullah lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya, Abdullah, telah meninggal ketika ibunya; Aminah mengandungnya dalam usia dua bulan.
Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Setelah melahirkan Muhammad, sang ibu segera membawa Muhammad ke kakeknya; Abdul Mutthalib. Abdul Mutthalib merasa sangat bahagia mendapatkan seorang cucu. Ia kemudian membawa Muhammad ke dalam ka`bah, dia berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Saat itulah rasullullah diberi nama Muhammad; nama yang belum dikenal masyarakat Arab kala itu. Rasulullah di khitan pada hari ke tujuh setelah kelahirannya.

Selain ibunya, Rasulullah juga disusui oleh Tsawaibah; budak Abu Lahab. Kemudian, sebagaimana adat masyarakat perokotaan waktu itu, ibunya mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya. Maka terpililah wanita yang bernama Halimah binti Abi Dzu`aib dari suku sa`ad bin Bakr, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Halimah as-Sa`diyah.

Sesungguhnya segala yang terjadi di muka bumi ialah atas kehendak Allah swt, begitu juga dengan terpilinya Halimah as-Sa`diyah untuk menyusui Rasulullah saw. Awalnya Halimah merasa enggan untuk menyusui Muhammad, mengingat ia adalah seorang yatim yang tidak dapat diharapkan akan mendapat imbalan yang layak. Namun, karena tak satu pun bayi yang ia dapatkan akhirnya ia menerima untuk menyusui Muhammad.

Muhammad kemudian disusui di perkampungan Bani Sa`ad. Keputusan untuk menyusui Muhammad, bukanlah pilihan salah yang dilakukan oleh Halimah. Muhammad saw telah dipersiapkan Allah untuk menjadi manusia paling agung di muka bumi dan memberikan petunjuk pada jalan yang terang bagi umat-Nya yang beriman. Setelah menjalani hidup menyusui Muhammad, kehidupan Halimah selalu penuh dengan keberkahan.

Demikianlah kelahiran Nabi Muhammad saw, yang kehidupannya di lalui di pedesaan Bani Sa`ad. Hal itu tentu saja baik bagi pertumbuhan Rasullulah baik secara fisik, maupun kejiwaan.

Kisah Rasulullah Mencium Tangan yang Tak Akan Disentuh Api Neraka

Kisah Rasulullah Mencium Tangan yang Tak Akan Disentuh Api Neraka
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah Saw baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar."

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", 'inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya'.

***
Rasulullah Saw tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun.

Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, ..

“Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.”

Mendengar itu Rasul Saw pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

***
Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.

”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)

***
”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Subhanallah...

Semoga kita termasuk umat yang dirindukan Rasulullah SAW yang selalu tetap istiqamah mengikuti dan mengamalkan Sunnah - Sunnah Beliau. Aamiin.

Apakah Tuhan Benar-benar Ada?

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??
Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...??

1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?

2. Apakah yang dinamakan TAKDIR...??

3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::

Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??

Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!

Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!

Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!

Pemuda :: Ya... Percaya...!!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa...!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Sakit...!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.

MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA ?

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...

SUBHANALLAH...

Hikmah Mencuci Tangan Ibu

Hikmah Mencuci Tangan Ibu
Seorang sarjana muda yang cerdas membuat aplikasi untuk posisi manajerial disebuah perusahaan besar. Dia lulus pada interview tahap pertama, dan tahap selanjutnya adalah interview dengan jajaran direksi. Sang direktur menemukan prestasi-prestasi cemerlang dalam CV anak muda tersebut. Sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, anak muda tersebut selalu mendapat peringkat pertama.

Melihat prestasi-prestasi tersebut, sang direktur pun bertanya: “Apakah Anda menerima beasiswa semasa sekolah dan kuliah?”

Anak muda itu menjawab : “Tidak pak….!”

Direktur bertanya lagi : “Apakah ayah Anda yang membayar biaya sekolah Anda?”

Anak muda itu menjawab : “Ayah saya telah meninggal dunia ketika saya baru berumur satu tahun. Seluruh biaya sekolah saya dibayarkan oleh Ibu saya..”

Lalu Direktur bertanya lagi : “Di mana ibumu bekerja?”

Dan anak muda itu menjawab : “Ibu saya bekerja sebagai seorang pencuci pakaian…”

Direktur itu meminta anak muda tersebut untuk menunjukkan tangannya. Dan anak muda itu memperlihatkan kedua telapak tangannya yang sangat halus. Melihat itu, Direktur bertanya lagi: “Pernahkah Anda membantu ibu Anda mencuci pakaian sebelumnya?”

Anak muda itu menjawab “Tidak pernah pak. Ibu saya selalu menginginkan saya belajar dan membaca banyak buku. Lagipula, Ibu mencuci baju jauh lebih cepat ketimbang saya”

Direktur tersebut kemudian berkata : “Saya punya satu permintaan. Sekarang anda pulang dan ketika nanti anda sampai di rumah, cuci dan bersihkan tangan ibumu, kemudian temui saya besok pagi.”

Anak muda tersebut merasa kesempatannya mendapat pekerjaan tersebut sangat besar. Karena itu ketika dia sampai di rumah, dengan begitu gembira ia meminta izin kepada ibunya agar ia boleh mencuci tangan beliau. Ibunya merasa sedikit asing, aneh, juga bahagia, dan perasaan-perasaan lainnya bercampur jadi satu.

Sang Ibu kemudian memberikan kedua tangannya kepada sang anak. Lalu anak muda tersebut membersihkan tangan Sang Ibu dengan perlahan.

Air matanya mulai menetes saat itu. Ini pertama kalinya ia menyadari bahwa tangan ibunya sudah penuh dengan kerutan, dan terdapat banyak memar dan kapalan di sana sini. Beberapa memar sepertinya terasa begitu sakit, sampai-sampai Sang Ibu meringis ketika memar tersebut dibersihkan.

Ini pertama kalinya anak muda tersebut menyadari bahwa kedua tangan yang sedang dibersihkan inilah yang digunakan Sang Ibu setiap hari untuk mencuci pakaian banyak orang, sehingga Sang Ibu dapat membiayai biaya sekolah anaknya.

Memar-memar dan kapalan yang ada di tangan sang ibu adalah harga yang harus dibayar atas kelulusan anak tersebut, atas prestasinya yang luar biasa, dan untuk masa depannya. Setelah selesai mencuci tangan sang ibu, anak muda tersebut diam-diam mencuci sisa baju yang belum sempat dicuci oleh ibunya. Dan malam itu, anak dan ibu tersebut berbincang sangat lama sekali.

Besok paginya, anak muda tersebut bergegas menemui sang direktur. Direktur tersebut menangkap air mata di wajah anak muda tersebut. Ia pun kemudian bertanya : “Bisa Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan kemarin dan apa pelajaran yang Anda dapat dari sana?”

Anak muda tersebut menjawab : “Saya mencuci tangan ibu saya, dan kemudian saya menyelesaikan sisa cucian ibu yang belum tercuci.“

“Tolong ceritakan perasaan Anda ketika itu” ujar Direktur lagi.

Lalu anak muda itu menjawab : ”Pertama, saya sekarang tahu apa arti apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan pernah ada seorang saya hari ini. Kedua, saya baru menyadari betapa sulit dan beratnya Ibu menjalani pekerjaannya. Dengan bekerja membantu Ibu, ternyata pekerjaan itu dapat meringankan beban ibu. Ketiga, saya datang hari ini untuk mengapresiasi betapa penting dan bernilainya hubungan keluarga.”

Mendengar itu lalu Direktur tersebut berkata: “Inilah yang saya cari dari seorang calon manager. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat mengapresiasi dan menghargai bantuan orang lain, seseorang yang tahu persis perjuangan orang lain untuk mengerjakan sesuatu, dan seseorang yang tidak akan menempatkan uang sebagai tujuan hidup satu-satunya. Oleh karena itu mulai hari ini anda diterima bekerja disini…!”.

Subhanallah, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mencintai ibu kita dengan tulus dan kita perhatikan sosok ibu kita yang telah banyak berkorban untuk kita?

Lakukan hal yang belum pernah kita lakukan untuk ibu kita, karena itu akan membuat ibu kita terkesan dan bahagia. Selamat mencoba!!!